PALI, Sumselupdate.com – Marta Dinata, MS, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI, mengapresiasi terkait uji kompetensi Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang baru saja digelar oleh Pemkab PALI pada Minggu (19/6).
Menurutnya, tes tersebut bukanlah cara pemkab PALI melakukan pengurangan tenaga kerja, melainkan suatu cara untuk mencari tenaga kerja yang bermutu dan professional.
“Yang mengatakan uji kompetensi itu pengurangan, itu salah besar. Kita kan mencari tenaga kerja yang handal, profesional, serta bermutu dalam setiap bidangnya. Jadi, kalau dari 5000 TKS yang mengikuti uji kompetensi tersebut semuanya bermutu, maka semuanya lulus juga,” kata Marta Dinata, kepada sejumlah awak media di kantor PDI Perjuangan di jalan Merdeka, Kecamatan Talang Ubi Pendopo, Senin (20/6).
Menurutnya, bermutu dan profesional dalam hal ini tidak hanya pintar saja.
“Kalau dia rajin, aktif, dan selama ini juga dia memang membantu Pemkab PALI dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat PALI itu tetap bisa direkrut atau diterima. Terbukti, 5000 peserta yang ikut uji kompetensi kemarin, itu kan sesuai dengan absensi kehadiran TKS selama dia bekerja,” ujar pria yang juga menjabat ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten PALI itu.
Pria asli Tanah Abang itu berharap, uji kompetensi TKS yang digelar kerjasama dengan Universitas Sriwijaya itu hasilnya objektif.
“Harapan saya, uji kompetensi yang telah dilaksanakan secara profesional itu, untuk menghasilkan TKS yang berkompeten juga. Sehingga, mereka bekerja nantinya memiliki kualitas sesuai dengan minat dan potensinya masing-masing. Sekali lagi, saya ingatkan kepada para TKS, bahwa kalian adalah membantu pemerintah dalam pelayanan kepada masyarakat PALI,” tandasnya.
Terpisah, Engki, salah seorang TKS di salah satu SKPD di Pemkab PALI ini berharap, hasil penilaian uji kompetensi harus objektif.
“Tidak ada titipan dari pejabat si A, atau pun si B. Kalau dia memang memiliki potensi dan kemampuan untuk bekerja profesional, meski dia bukan titipan pejabat maka harus diluluskan. Begitu pula sebaliknya. Kalau si titipan ini tidak berkompeten dan malas, ya artinya tidak lulus, itu baru yang namanya objektif,” harapnya. (adj)











