217 Kepala KUA se-Sumsel Ikuti Uji Kompetensi

Kakanwil Kemenag Sumsel Mukhlisuddin

Palembang, Sumselupdate.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil) Kemenag Sumsel menggelar Uji Kompetensi Pemetaan Jabatan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di MAN 3 Palembang, 8-9 Februari 2021. Kegiatan ini dibuka Kakanwil Kemenag Sumsel Dr Drs H Mukhlisuddin, SH, MA, Senin (8/2/2021), serta diikuti 217 Kepala KUA se-Sumaera Selatan.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel H. Abadil, dalam laporannya menuturkan, kegiatan ini bertujuan sebagai proses penilaian sesuai persyaratan, termasuk hasil uji kompetensi, difokuskan untuk menjamin akuntabilitas dalam pengembangan Kepala KUA sesuai dengan standar kompetensi jabatan Kementerian Agama.

Bacaan Lainnya

“Peserta dibagi dua angkatan. Angkatan pertama 105 penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA dan angkatan kedua berjumlah 112 penghulu dengan tugas tambahan kepala KUA. Uji kompetensi dilaksanakan di MAN 3 Palembang selama dua hari pada 8-9 Februari. Pelaksanaan Uji Kompetensi tetap memperhatikan protokol kesehatan. Setiap peserta wajib membawa hasil rapid antigen, serta telah dilaksanakan visitasi lapangan dan mendapatkan persetujuan Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sumsel,” jelas Abadil.

Kakanwil Kemenag Sumsel Mukhlisuddin, dalam arahannya berpesan kepada para peserta agar tidak meremehkan hal-hal yang terlihat sederhana. Sebagai contoh saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, jangan sampai ada yang tidak fokus. Namun harus berdiri tegap dan bernyanyi dengan sungguh-sungguh.

“Ini sebagai bentuk disiplin dan cara kita menghargai pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang dengan harta, darah, dan air mata dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan,” tuturnya.

Ia juga melanjutkan, melalui uji kompetensi ini akan terlihat nilai dan kompetensi yang dimiliki Kepala KUA. Bagaimana caranya memimpin, bagaimana memperhatikan performance, serta bagaimana bekerja dengan profesional dan proporsional.

“Ada tiga kompetensi yang harus dimiliki Kepala KUA. Pertama adalah kompetensi manajerial, yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural, atau manajemen dan pengalaman kepemimpinan. Kedua kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional dan pengalaman bekerja secara teknis kemampuan dalam membaca Alquran dan maknanya. Termasuk berkaitan dengan fiqih munakahat, serta kemampuan berkomunikasi dengan Bahasa Arab dan Inggris. Ketiga adalah kompetensi sosial kultural kompetensi ini diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan,” bebernya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.