Palembang, Sumselupdate.com – Penerapan sistem pendidikan karakter yang mengacu pada wacana pemberlakuan sistem Full Day School (FDS) terus menuai pro dan kontra. Bagi tingkat jenjang SMA persoalan FDS tampaknya terlalu bermasalah.
Karena sudah tidak ada sekolah negeri di Sumsel yang menerapkan sistem sekolah pagi dan siang (double shift). Namun bagi jenjang SD dan SMP, hal itu tampaknya masih sulit terealisasi.
Untuk jenjang SD jumlah siswa SD tercatat cukup banyak dibandingkan SD yang ada, sehingga kebanyakan SD masih menerapkan sistem pembelajaran pagi dan siang.
Sementara untuk tingkat SMP, meski ada peraturan yang menjelaskan bila tidak boleh sistem pembelajaran dengan double shift, namun hal itu masih berlaku di beberapa SMP di Palembang, lantaran peraturan itu dianggap memiliki jenjang waktu.
Menurut Kabid SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Herman Wijaya, pada jenjang SMP, sekolah-sekolah negeri memang sudah dilarang untuk menerima siswa terlalu banyak. Meski demikian, dibeberapa sekolah masih tetap akan menerapkan sistem double shift.
Karena masih ada siswa dari tahun sebelumnya, sehingga para siswa ini harus diselesaikan terlebih dahulu. Kendala masih adanya double shift inilah yang membuat Herman memutuskan, jika FDS belum akan ditetapkan di kota Palembang pada tahun pembelajaran 2017/2018 ini.
“Memang sekarang kita sudah menurut UU yang baru. Tapi yang lama mesti diselesaikan. Karena masih ada yang double shift ini sehingga masih sulit kita untuk menerapkan FDS,” ujarnya, Rabu (14/6/2017).
Menurut Herman, kendala lain yang menjadi pertimbangannya untuk menjalankan sistem FDS ialah perlunya biaya tambahan untuk makanan bagi siswa yang menjalankan sistem FDS ini.
“Sekolah itukan delapan jam ya?? Mereka pasti perlu makan siang. Jadi kita yang menyiapkan atau orang tua yang membawa sendiri. Itu masih kita kaji terlebih dahulu. Untuk tahun ini tampaknya memang belum,” katanya.
Meski Disdik kota Palembang belum akan menerapkan FDS di jenjang SMP. Namun menurut Kepala SMP Negeri 43, Tarmuzi, pihaknya siap jika Disdik kota Palembang akan menjalankan program FDS. “Kalau kita sih siap-siap saja, sekarang tinggal menunggu rambu-rambu,” terangnya.
Meski belum memiliki sarana yang terbilang mewah, Tarmuzi mengaku, siap melaksanakan FDS karena saat ini mereka sudah tak lagi menerapkan sistem double shift. “Siswa kita sekarang sudah berkurang, jadi tidak ada masalah,” tegasnya.
Belum sanggup nya menerapkan FDS ini juga diungkapkan oleh Kabid SD Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang, Bahrin. Menurutnya, kemungkinan untuk tingkat SD, Kota Palembang belum akan menerapkan FDS pada tahun ajaran 2017/2018 ini.
Tentu yang menjadi pertimbangan ialah, masih banyak SD yang menerapkan sistem sekolah dengan double shift. “Kita lihat dulu, Kemendikbud itukan membuat FDS agar hari sabtu dan minggu itu anak-anak bisa berlibur dan berekreasi. Nah kalau di Palembang jarang yang seperti itu,” tegas Bahrin.
Bahrin pun mengaku, saat ini masih melakukan pendataan, sekolah-sekolah mana yang siap melaksanakan FDS, karena ia mengakui masih banyak kekurangan sarana dan prasarana untuk SD di Kota Palembang “Kalaupun diterapkan pasti berlangsung, tidak bisa sekaligus,” tegasnya. (sbw)











