Quebec, Sumselupdate.com – Sebanyak enam orang tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat insiden penembakan brutal di sebuah masjid di Kota Quebec, Kanada, Minggu (29/1) malam waktu setempat.
Dilansir BBC, pihak kepolisian telah memastikan jumlah korban itu dan pihaknya juga telah menahan dua orang. Kepolisian menyebut peristiwa itu sebagai serangan teroris, yang terjadi manakala jemaah masjid melaksanakan salat Isya.
Perdana Menteri Justin Trudeau juga secara terang-terangan menyebut insiden tersebut sebagai serangan teroris.
“Kami mengecam serangan teroris terhadap umat Muslim di tempat ibadah dan perlindungan. Selagi aparat masih menyelidiki dan rincian kejadian bakal dikonfirmasi, menyakitkan hati melihat kekerasan tak bernurani ini. Keberagaman adalah kekuatan kami dan toleransi keagamaan adalah nilai yang kami, orang Kanada, pegang teguh,” tegas Trudeau.
Mohamed Yangui, selaku kepala masjid, mengaku tidak tahu persis berapa orang yang cedera akibat insiden itu. Dia juga tidak berada di masjid ketika penembakan berlangsung.
“Apa yang terjadi di sini? Perbuatan ini barbar,” kecamnya.
Penembakan itu terjadi di sebuah masjid di Chemin Sainte-Foy, salah satu dari dua masjid yang dikelola Pusat Kebudayaan Islam di Quebec.
Sebelumnya, masjid tempat insiden berlangsung itu pernah menerima kepala babi yang dibungkus kertas kado di pintu masuk, pada Juni 2016 lalu. Tidak hanya itu, dalam bungkusan itu juga diserati tulisan ejekan yang berbunyi ‘bonne appetit’ atau ‘selamat makan’. (shn)











