Bersama Anak dan Istrinya, Gandi Tinggal Di rumah ukuran 2,5 x 5 meter

Rabu, 11 Januari 2017
Staf CSR Pertamina Wawan Hendrawan saat memberikan paket sembako ke Gandi dan istrinya

PALI, Sumselupdate.com – Kondisi rumah Gandi (23) warga Talang Tumbur Kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi yang hanya memiliki ukuran lebar sekitar 2,5 meter dan panjang 5 meter dengan berlantaikan tanah membuat Pertamina Pendopo menaruh simpati.

Bahkan dalam satu kesempatan, Pertamina Pendopo melalui staf CSR, Wawan Hendrawan mendatangi langsung kediaman Gandi yang tinggal bersama sang istri Tari (20) dan satu orang anak ini.

Read More

Kedatangan pihak Pertamina Pendopo itu untuk melihat langsung keadaan keluarga tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar, bahwa ada salahsatu keluarga yang berdiam di rumah yang tidak layak huni.

“Kami ke sini untuk melihat langsung keadaan keluarga Gandi, nantinya kami usulkan ke manajemen untuk membantu keluarga ini. Tetapi terlebih dahulu harus ada pengantar dari Lurah setempat yang diketahui Camat. Saat ini kami hanya bawa paket sembako, yang mudah-mudahan ke depan Pertamina bisa memberikan bantuan lebih besar dari ini,” ungkap Wawan, Rabu (11/1/2017).

Keadaan keluarga Gandi membuat staf CSR Pertamina Pendopo ini sungguh memprihatinkn. Tak ada perabotan mewah terlihat di rumahnya, hanya rak kayu berisikan piring dan gelas plastik serta tungku masak yang terbuat dari batu bata sebagai alat memasak mereka menggunakan kayu bakar.

Kamar tidurnya pun hanya cukup membaringkan badan saja, dengan alasnya terbuat dari papan, sementara dindingnya terlihat jarang hingga ketika hujan angin datang, air masuk ke dalam tempat tidur mereka.

Di hadapan pegawai staf CSR Pertamina itu, istri Gandi menuturkan bahwa tidak ada pekerjaan tetap yang digeluti suaminya, terkadang Gandi ikut kuli bangunan, tetapi pekerjaan itu tidak menentu. Dan terkadang juga suaminya mencetak batu-bata, tetapi hasilnya tidak seberapa. Karena tidak ada lagi tempat untuk mengambil tanah sebagai bahan baku pembuatan batu-bata, mengingat lahan yang dimilikinya sangat terbatas.

“Penghasilan kami kadang dapat kadang tidak, tak jarang ketika suami aku pulang tidak membawa uang sepeser rupiah pun. Kami sudah terbiasa akan masalah ini,” ucap Tari, seraya mengatakan bahwa suaminya saat ini tidak ada di rumah, karena sedang mencari pekerjaan.

Diakuinya, beberapa hari lalu keluarganya ada yang membantu dari pihak Dinas Sosial Kabupaten PALI.

“Kalau masak kami pakai kayu bakar, dan apabila malam hanya lampu minyak tanah sebagai penerangnya. Tapi Alhamdulillah beberapa hari lalu kami diberi Sembako oleh Dinsos, meski tidak banyak, namun bagi kami sangat berarti,” jelasnya. (adj) 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts