Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Raja Sapta Oktohari menyatakan kawasan destinasi obyek wisata Bukit Sulap menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) atlet mountain bike atau sepeda gunung sebelum terjun di pertandingan tingkat nasional maupun internasional.
Pernyataan itu disampaikannya usai meninjau arena trek balap sepeda gunung bersama Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe, Ketua DPRD H Rodi Wijaya dan Kadispora Surya Darma menggunakan inklanator dan jalan kaki di Bukit Sulap, Kamis (5/1/2017).
“Tadi kami sudah bicara dengan Pak Walikota. Kami sepakat Bukit Sulap dijadikan pusat pelatihan dan pembinaan atlet mountain bike,” ujarnya.
Dia menilai, Kota Lubuklinggau cukup potensial untuk melaksanakan multi event atau parsial event balap sepeda gunung, baik kerjurnas, Asia Pasific hingga Asian Games 2018 nanti.
“Ada dua venue lain yang diajukan menjadi venue Asian Games, yakni Subang dan Cikole Jawa Barat. Ketiga venue ini sama-sama potensial untuk jadi lokasi balapan. Tinggal OCCA yang menentukan, semuanya punya potensi, tapi yang punya fasilitas inclinator (kereta miring) hanya Lubuklinggau,” tandasnya.
Meski, nantinya Lubuklinggau tidak menjadi venue Asian Games cabang balap sepeda gunung, namun PB ISSI berjanji akan mengarahkan kegiatan lainnya, baik bersifat nasional maupun internasional ke Lubuklinggau.
Sementara itu, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengatakan keputusan soal venue Asian Games akan ditentukan juga berdasarkan kemampuan atlet sepeda gunung Indonesia, apakah nanti mereka menguasai trek Lubuklinggau atau tidak.
“Targetnya kan emas, jadi atlet juga berpengaruh untuk menentukan venue nya, ada tiga pilihan yang diusulkan PB ISSI dan Lubuklingau masuk dalam pengajuan itu,” paparnya. (and)











