Palembang, Sumselupdate.com – Atlet-atlet dari Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) disebut-sebut terancam tak mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Prabumulih bulan November 2019 mendatang.
Tak ikutnya kontingen Muratara ini dikemukakan Ketua Harian KONI Kabupaten Muratara Syapran Suprano kepada wartawan usai rapat anggota KONI Sumsel di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (12/9/2019).
Menurut Syapran, Pemkab Muratara tidak mengangarkan dana bagi atlet dan oficial pada ajang Porprov tersebut.
Padahal, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan 57 atlet dan ofisial dari enam cabor unggulan untuk diterjunkan di ajang olahraga antar-kabupaten/kota se-Sumsel itu.
“Ketua KONI sudah mengajukan pendanaan sejak 2018, pada penyusunan APBD. Untuk operasional, pembinaan, try out, dan kompetisi. Namun hanya operasional yang dicairkan, tidak termasuk event Porprov. Itu pun (dana operasional) belum sepenuhnya,” kata Syapran yang saat itu didampingi Sekum KONI Muratara, Subandri.
Dikatakan, jika sampai dengan waktunya dana tak kunjung ada, maka KONI Muratara akan mengirimkan surat kepada KONI Sumsel untuk mundur dari ajang Porprov.
Sementara itu, Plt Ketum KONI Sumsel Dhennie Zainal mengaku sangat menyayangkan jika Muratara sampai tidak ikut Porprov.
“Dari 17 bendera (kabupaten/kota di Sumsel –red), tidak mungkin satu bendera tidak berkibar. Kalau diperlukan, kami juga akan surati Bupati Muratara,” kata Dhennie.
Dhennie mengatakan, permasalahan pembinaan olahraga di daerah seharusnya bisa diselesaikan secara internal dan tidak meluas.
Apalagi dicampur dengan unsur politis. Sebab, roh olahraga menurut Dhennie adalah menjunjung tinggi sportivitas.
“Permaslahan ini akan kami bicarakan lebih lanjut dengn KONI Muratara dan pihak terkait,” kata dia
Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Muratara, Harlan Faisol saat dihubungi mempersilahkan untuk menghubungi BPKD untuk mengkonfirmasi hal tersebut.
Sedangkan Bupati Muratara H Syarif Hidayat belum bisa dikonfirmasi lantaran telepon genggamnnya belum aktif. (yud)











