WCC Akui Banyak Terima Laporan Kekerasan Perempuan

Selasa, 4 Desember 2018
Dialog Publik WCC Palembang bekerja sama dengan Yayasan Rumah Ibu.

Palembang, Sumselupdate.com – Kekerasan terhadap perempuan sering terjadi belakangan ini. Bahkan, tak sedikit kabar dan berita mengenai kekerasan wanita baik pelajar, mahasiswa maupun ibu rumah tangga.

WCC banyak sekali menerima laporan tentang kekerasan perempuan, mulai dari yang pacaran kenalan di facebook, kopdar, lalu terjadi kekerasan,” terang Direktur Eksekutif WCC Palembang Yeni Roslaini Izi dalam diskusi bertajuk ‘Gerak Bersama Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Memenuhi Hak-hak Perempuan di Sumsel’ yang digagas Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang bekerjasama dengan Yayasan Rumah Ibu, di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (4/12/2018).

Read More

Turut hadir sebagai narasumber Prof. H. Jalaludin, tokoh masyarakat Sumsel, Hj Maphilinda Syahrial Oesman selaku Ketua Rumah Ibu & Dewan Pengurus WCC Palembang. Kemudian Hj DR Telly P Siwi Zaidan selaku Pssikolog/Ketua Biro Psikologi Potensia dan RA Nurul Ayu Furqon selaku Ketua Kelompok Generasi Perempuan Cerdas Sriwijaya dengan dimoderatori oleh Direktur Eksekutif WCC Palembang Yeni Roslaini Izi.

Menurutnya, ruang lingkup kekerasan terhadap perempuan sangat luas, mulai dari ranah keluarga, di tempat umum, sekolah, tempat kerja, bahkan hingga di negara lain. Bentuk tindak kekerasannya pun beragam, mulai dari kekerasan fisik, psikologis, seksual, ekonomi dan sosial.

Banyak kejadian, perempuan tidak hanya mengalami satu bentuk kekerasan, akan tetapi bisa mengalami gabungan dari dua atau bahkan lebih dari berbagai bentuk kekerasan. Tidak mudah untuk menggali jumlah yang pasti kasus kekerasan yang ada, karena berbicara tentang kekerasan terhadap perempuan di ranah publik membutuhkan upaya yang tidak ringan dan perlu secara terus menerus dilakukan.

“WCC Palembang bekerja sama dengan Yayasan Rumah Ibu melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka kampanye 16 hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (25 Nopember-10 Desember), salah satunya kegiatan Dialog Publik agar public mempunyai informasi yang baik tentang pentingnya menghapuskan kekerasan terhadap perempuan dan memenuhi hak kesehatan perempuan serta publik mampu menyampaikan isu-isu tersebut kepada perempuan atau masyarakat lainnya,” pungkasnya. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts