DPPPA Palembang Gencarkan Sosialisasi Stop Kekerasan Perempuan, Kasus 2026 Mulai Menurun

Writer: - Rabu, 29 April 2026
Pemaparan materi perlindungan perempuan oleh akademisi dalam kegiatan sosialisasi di Palembang. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Maraknya tindak kekerasan terhadap perempuan menjadi perhatian serius Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palembang. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka kasus, salah satunya melalui sosialisasi hingga ke tingkat kecamatan.

Terbaru, DPPPA Palembang menggelar kegiatan Sosialisasi Stop Kekerasan terhadap Perempuan di Gedung Persada 06 Kantor Camat Ilir Timur I Palembang, Selasa (28/4/2026).

Read More

Kegiatan yang dibuka Kepala DPPPA Palembang Dewi Isnaini mengangkat tema “Bersama Melindungi Perempuan Hentikan Segala Bentuk Kekerasan” dan diikuti puluhan staf kelurahan serta kecamatan se-Kota Palembang.

“Tujuan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam melindungi hak perempuan serta mencegah berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, penelantaran rumah tangga, kekerasan ekonomi, hingga tindak pidana perdagangan orang,” ujar Dewi.

Berdasarkan data DPPPA Palembang, sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat sembilan laporan kasus kekerasan terhadap perempuan. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 35 kasus.

“Dibandingkan tahun lalu, hingga Maret 2026 ini baru sembilan laporan yang kami terima. Kami berharap ke depan angka ini terus menurun,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, DPPPA juga menghadirkan akademisi dan praktisi hukum Conie Pania Putri yang menyoroti pentingnya keberanian perempuan dalam melindungi diri.

Menurutnya, pemerintah telah menyediakan payung hukum untuk melindungi perempuan dari berbagai bentuk kekerasan.

“Perempuan harus berani melindungi dirinya, menjaga harga diri, serta tidak takut melaporkan jika menjadi korban atau mengetahui adanya kekerasan,” ujarnya.

Ia juga memaparkan data Komnas Perempuan yang mencatat sebanyak 376.529 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2025, meningkat 14,07 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 330.097 kasus.

Sementara itu, data tingkat provinsi menunjukkan sepanjang 2025 terdapat 626 kasus di Sumatera Selatan dengan total korban mencapai 664 orang, terdiri dari kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi, perdagangan orang, hingga penelantaran.

Melalui sosialisasi ini, DPPPA Palembang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan keberanian dalam mencegah serta melaporkan setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan.

“Bangun kepedulian dan keberanian untuk bersuara. Kita semua harus menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan,” pungkasnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts