Warga Tuding Perusahaan Ini Merusak Jalan

Jalan Rusak yang menghubungkan desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin dan Desa Trans A4 Kecamatan Keluang
Sekayu, Sumselupdate.com – Kendaraan angkutan milik perusahaan PT Gajah Mada dan PT PWS yang base camp-nya berada di Desa Pinang Banjar, dituding merusak jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin dan Desa Trans A4, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
 
Tudingan terhadap angkutan dua perusahaan tersebut didasari pada kerusakan dan hancurnya badan jalan yang menghubungkan jalan Simpang Siku Desa Pinang Banjar hingga ke A4 Kecamatan Keluang. Ini akibat melintasnya truk-truk milik PT Gajah Mada dan puluhan fuso tangki milik PT PWS yang beroperasi dari lokasi Pinang Banjar menuju Kecamatan Keluang.
 
Menurut Bambang (35), warga Desa Pinang Banjar, saat ini aspal badan jalan Simpang Siku menuju Desa A4 Kecamatan Keluang, mengelupas, berlubang, dan terjadi keretakan di beberapa badan jalan, akibat melintasnya puluhan kendaraan milik perusahaan tersebut dan arus lalu lintas masyarakat sekitarnya.
 
“Jalan Simpang Talang Siku Desa Pinang Banjar menuju Trans A4 Kecamatan Keluang mengalami kerusakan cukup parah. Rata-rata jarak 4 hingga 5 meter ada lubang yang cukup dalam, dan cukup merepotkan bagi pengguna jalan terutama kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat,” jelasnya, Rabu (27/7).
 
Lebih lanjut Bambang mengatakan, masyarakat beberapa desa yang berada di sekitaran Simpang Siku hingga Trans A4 Kecamatan Keluang saat ini terancam terisolir akibat kerusakan jalan yang kian hari kian bertambah parah.
“Dengan kondisi alam yang saat ini sering hujan, kerusakan jalan itu kian bertambah parah akibat lalu lalangnya angkutan tersebut. Hal ini mengancam keberadaan masyarakat yang sewaktu waktu dapat terisolir akibat putusnya jalan penghubung antar desa ini,” imbuhnya.
 
Ia menambahkan, pada awalnya memang jalan tersebut sudah rusak dan  namun tidak separah seperti ini. Namun, setelah ada beberapa perusahaan seperti PT Gajah Mada Kontraktor dan PT PWS, berada di desa tersebut dan mobil-mobilnya yang sering keluar masuk mengakibatkan jalan tambah rusak parah.

Terpisah, Wahyu selaku anggota LSM Aliansi Indonesia yang berada di Kecamatan Sungai Lilin mengatakan, jalan yang rusak dari simpang Talang Siku hingga ke lokasi Trans  4 Kecamatan Keluang,  kurang lebih estimasinya 9 kilometer.
Menurutnya, semenjak adanya mobil-mobil milik proyek yang keluar masuk setiap hari, jalan tersebut semakin rusak. “Memang dari pihak proyek pernah memperbaiki jalan yang berlubang dengan penimbunan batu koral campur tanah. Namun pada saat hujan tiba, jalan menjadi berlumpur dan becek, serta licin,” bebernya.

Kondisi tersebut menjadikan warga sekitaran gerah dan meminta agar pihak pemerintah setempat cepat mengantisipasi kerusakan tersebut sehingga tidak melumpuhkan roda perekonomian warga Keluang dan sekitarnya.
“Warga mengeluh dan memohon kepada pemerintah setempat dan dinas instansi yang terkait agar segera memperbaiki jalan yang rusak, agar saat hujan tiba tidak becek dan licin, atau bila musim panas jalan tidak berdebu,” jelas salah satu warga setempat yang bermukim di pinggir jalan simpang Talang Siku. (est)
Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.