Warga Sri Kembang Lihat Harimau, Masyarakat Kecamatan Muarakuang Ogan Ilir Gempar

Kamis, 2 Januari 2020
Ilustrasi Harimau.

Inderalaya, Sumselupdate.com – Warga Desa Sri Kembang, Kecamatan Muarakuang, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan mendadak gempar.

Pasalnya, ada salah satu warga bernama Ustadz Mukminin melihat penampakan harimau di dalam kebun jeruknya.

Read More

Kades Sri Kembang, Badar membenarkan informasi ada warga melihat hewan buas berkeliaran di desa mereka.

“Dia (Ustad Mukminim –red) laporan dengan saya melihat harimau,” kata Badar saat dikonfirmasi, Kamis (2/1/2020).

Menurut Badar, awalnya warganya bernama Mukminin bersama istrinya tengah bermalam di pondok dekat kebun jeruk miliknya pada Selasa (31/12/2019) malam.

Saat dia menyenter di kebun jeruk itu, ia melihat sesosok anak harimau tengah duduk bertelungkup.

“Malam besoknya tanggal 1 Januari, ia sendirian di pondokan itu. Saat tengah menyenteri lagi, terlihat dua ekor induk harimau sebesar kambing,” ungkapnya.

Ustadz Mukminin pun langsung melapor kepadanya pada pagi hari itu juga. Setelah itu, Badar langsung melapor ke pihak terkait. “Sudah saya laporkan ke Camat,” katanya.

Ia pun segera mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan hewan tersebut. Ditambah lagi, masyarakat tengah ketakutan dengan pemberitaan soal harimau yang telah menerkam tujuh warga baik di Kabupaten Lahat, Muaraenim, dan Kota Pagaralam.

“Kita gak mau usil dengan binatang, tapi kita berharap tidak ada kejadian buruk. Apalagi sampai harimau makan warga,  wah gawat itu,” tegasnya.

Camat Muarakuang Hendi mengimbau kepada warga agar berhati-hati,  saat menemukan harimau agar segera menghubungi pihak berwajib.

Ketakutan warga Kecamatan Muarakuang, Kabupaten Ogan Ilir cukup beralasan. Sebab dalam dua bulan terakhir sudah tujuh warga dimangsa harimau.

Ilustrasi Harimau.

 

Korban paling teranyar dialami Sulis (30), warga Talang Tinggi, Kecamatan Panangenim, Kabupaten Muaraenim.

Janda satu anak ini meninggal dunia dimangsa harimau saat mandi di tempat pemandian tak jauh dari kediamannya pada Jumat (27/12/2019) subuh.

Tak hanya Sulis, korban keganasan harimau Sumatera ini diduga kuat juga dialami Asfani alias Aswandi (57), warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan.

Korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi sangat memilukan tergeletak tak jauh dari pondok kebun kopinya, Minggu (22/12/2019).

Saat ditemukan jasad korban sudah terpisah dan terpotong beberapa bagian. Hingga almarhum dibawa ke rumah sakit bagian dada korban belum ditemukan.

Sebelumnya hewan buas ini juga menewaskan Mustadi (55), warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim. Mustadi tewas dengan luka tercabik-cabik diterkam harimau saat berada di hutan wilayah Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan pada Kamis (12/12/2019).

Korban lainnya, Yudiansyah Haryanto (40), warga Dusun Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam.

Korban ditemukan aparat dan masyarakat pada 5 Desember 2019 lalu dengan kondisi tubuh Yudiansyah Haryanto yang akrab disapa Yanto ini, sangat menggenaskan.

Selain isi perut sudah tidak ada lagi, paha dan kaki korban sudah kelihatan tulang. Pada tubuh korban juga kelihatan tulang rusuknya, dan kepala korban sudah dalam kondisi tak bisa dikenali lagi.

Sebelum Yanto, serangan harimau juga dialami Irfan (22), warga Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Irfan menderita luka berat dan cukup parah setelah diterkam harimau di dekat pemukiman warga yang tinggal di kawasan kebun teh Gunung Dempo Kota Pagaralam.

Peristiwa yang menimpa warga Sekayu ini terjadi pada Jumat (15/11/2019), sekitar pukul 20.30 WIB.

Dua hari kemudian tepatnya pada 17 November 2019, serangan harimau kali ini dialami Kuswanto (28), warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat.

Korban meninggal dunia diterkam saat sedang merumput (baca: menyiangi rumput) di kebun kopi. Kuswanto menemui ajal setelah lehernya diterkam harimau.

Sedangkan kejadian lainnya menimpa Marta Rulani (24) bin Alfian, warga Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam.

Korban diterkam harimau di bagian paha sebelah kanan dengan luka gigitan dan cakaran kuku hewan buas tersebut. Beruntung korban selamat dari maut.

Peristiwa menggegerkan warga Kota Pagaralam ini terjadi, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 09 00. Serangan hewan buas ini saat korban sedang menyiangi rumput di kebun kopi.

Teror hewan buas yang dilindungi negara ini membuat Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, turun tangan. (hen/ric)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts