Warga Pagaralam Banyak Undur Jadwal Resepsi Pernikahan, Larangan Pengumpulan Massa Kembali Diperpanjang

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Pagaralam, Drs Samsul Bahri Burlian, MSi.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Masih tingginya penambahan jumlah warga yang terjangkit virus Corona, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dan Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Pagaralam, memperpanjang larangan pengumpulan massa.

Bacaan Lainnya

Di mana dalam Surat Edaran Nomor: 000/SE/2966/SD.IV/2020 tentang pelaksanaan kegiatan resepsi persedekahan/hajatan/ta’ziah di Kota Pagaralam terhitung mulai tanggal 19 Oktober 2020 hingga 1 Desember 2020.

Nah, rencananya larangan pengumpulan massa bakal diperpanjang hingga batas waktu tidak ditentukan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Pagaralam, Drs Samsul Bahri Burlian, MSi, Minggu (29/11/2020), mengatakan, diperpanjangnya larangan tersebut tidak lepas  dari penambahan kasus Covid-19 di wilayah Kota Pagaralam.

“Ya tenggang larangan persedekahan hajatan/ta’ziah kita perpanjang sampai waktu yang tidak ditentukan,” tegasnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti peraturan ini agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Pagaralam.

Sementara itu, dengan kebijakan larangan pengumpulan massa ini, banyak masyarakat Pagaralam yang sebelumnya sudah merencanakan resepsi pernikahan di bulan Oktober sampai dengan bulan November harus  mengubah jadwal resepsi pernikahan di bulan Desember.

Dengan harapan, persedekahan dapat dilangsungkan walaupun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan aturan.

Namun sepertinya hal ini juga belum tentu dapat dilaksanakan. Sebab larangan untuk membuat persedekahan hajatan/ta’ziah di Kota Pagaralam, bakal diperpanjang hingga batas waktu tidak ditentukan. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.