Sekayu, Sumselupdate.com – Sejumlah warga pengguna jalan lintas Sekayu – Babat Toman, Musi Banyuasin mengeluhkan truk yang mengangkut buah sawit tanpa jaring pengaman karena ditakutkan buah jatuh di jalan dan membahayakan pengguna jalan.
“Beberapa truk pengangkut buah sawit seperti tidak mengindahkan keselamatan pengguna jalan raya. Pasalnya truk tersebut nekat melintas di sepanjang jalan lintas Sekayu – Babat Toman tanpa memasang jaring pengaman,” ujar satu di antara Warga Pengguna Jalan, Yeni, Minggu (26/5/2019).
Yeni mengatakan ketika berpapasan baik searah maupun berlawanan arah dengan truk sawit harus menghindar dan memperjauh jarak untuk antisipasi sewaktu-waktu buah sawit tanpa jaring jatuh di jalan.
“Paling bahaya, apalagi kondisi jalan banyak berlobang. harus menjauh karena takut buah sawit tersebut jatuh dan mengenai kendaraan lain, jadinya bisa kecelakaan,” jelasnya.
Keluhkan serupa disampaikan warga lainnya Salim. Menurut dia, truk angkut hasil sawit dan lainnya bahkan melaju melebihi kecepatan yang ditentukan di kawasan tertib lalu lintas.
Pantauan Sumselupdate.com, sekira pukul 08.00 bahwa iring-iringan mobil fuso tronton tersebut sudah melintasi Kota Sekayu. Belum diketahui mobil pengangkut tersebut berasal dari perusahaan mana.
Mobil dengan muatan tonase berlebihan tersebut sengaja memanfaatkan hari libur untuk melintas, diperkirakan tujuan ke Pabrik perusahaan PT. Pinago Utama yang ada dikecamatan Babat Toman, diduga mobil pengangkut buah sawit telah melalaikan SOP yang ada. Dari tujuh mobil yang beriringan hanya satu yang menggunakan jaring. (est)











