Laporan Sahrial Hadi
Muaraenim, Sumselupdate.com – Warga Desa Embacang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendadak heboh.
Pasalnya, warga yang melintas di jalan menuju Desa Embacang menemukan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi tertelungkup di semak pinggir jalan, Jumat (26/6/2020) sekitar 05.20 WIB.
Saat ditemukan pertama kali oleh warga, mayat pria tanpa identitas tersebut mengenakan baju kaos merah dan celana jeans biru.
Belakangan diketahui jasad pria tersebut Simun Dawai (20), warga Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muaraenim, yang tidak pulang dari semalam.
Identitas korban dapat diketahui setelah paman korban Matsri (52) dan ipar Darmadi (34) mengenali jasad itu saat berada di UGD RSUD Gelumbang.
Kapolsek Gelumbang AKP Priyatno, SH, SIK bersama Kanit Reskrim dan jajarannya yang mendapatkan laporan dari warga langsung menuju TKP.
Kapolsek Gelumbang dan jajarannya didampingi Camat Kelekar dan Kepala Desa Embacang, segera mengevakuasi jasad tersebut dengan menggunakan mobil ambulance Desa Embacang ke RSUD Gelumbang untuk divisum dan diotopsi.
“Setelah mendapat laporan jajaran Polsek Gelumbang menuju TKP. Dan benar ada mayat laki-laki tergeletak di pinggir jalan dengan keadaan tertelungkup, mengenakan baju kaos panjang warna merah, dan memakai celana jeans panjang warna biru, dan belum tahu identitas korban, segera kita bawa ke RSUD Gelumbang untuk dilakukan visum.” Ujar Kapolsek Gelumbang.
Setelah mendapat kabar bahwa ada penemuan mayat ada di RSUD Gelumbang, Darmadi dan Matsri, warga Desa Menanti, Kecamatan Kelekar mendatangi UGD RSUD Gelumbang untuk memastikan apakah mengenali korban.
Setelah dilihat ternyata memang benar korban adalah keluarga mereka yang bernama Simun Dawai.
Ipar korban bernama Darmadi (34) menjelaskan terakhir melihat korban berada di rumah pada Kamis (24/6/2020), sekitar pukul 18.00 WIB.
Setelah itu menurutnya, dia tidak melihat lagi korban yang merupakan anak keempat dari enam bersaudara ini.
Sedangkan paman korban Matsri (52) mengungkapkan jika korban sehari-harinya bekerja serabutan.
“Kadang ambil upahan tebas kebon atau membantu masyarakat dalam membuka lahan dan sebagainya, dan korban masih bujangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Gelumbang AKP Priyatno, SH, SIK mengaku, penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan dan menunggu pemeriksaan dan hasil visum dokter. (**)











