Warga Diperbolehkan Shalat Idul Adha Berjamaah di Masjid dan Musholah

Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com-Untuk menghindari penyebaran virus corona, Pemerintah Kota Palembang mengimbau kepada umat muslim untuk melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha 31 Juli mendatang di lingkungan masing-masing dan tidak mesti ke Masjid Agung.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang Saim Marhadan, perayaan Hari Raya Idul Adha pada 31 Juli mendatang pasti akan sangat dinantikan umat muslim. Umat muslim dipastikan akan sangat antusias untuk Shalat Ied.

Bacaan Lainnya

“Pada perayaan Idul Fitri kemarin, umat muslim ‘kan tidak boleh Shalat Ied di masjid dan musholah di rumah masing-masing. Nah, Idul Adha ini sudah boleh di masjid dan musholah,” katanya usai melakukan rapat koordinasi di Kantor Walikota Palembang, Rabu (22/7/2020).

Ia mengatakan, meski masyarakat antusias, diharapkan umat muslim untuk tidak berbondong-bondong ke Masjid Agung. Sebab, jika melihat di tahun sebelumnya setiap Shalat Ied, Masjid Agung selalu ramai bahkan hingga ke Jembatan Ampera.

“Untuk menghindari terlalu banyak orang berkerumun, maka sebaiknya dilakukan di masjid atau musholah dekat rumah saja, tidak mesti ke Masjid Agung,” katanya.

Pemkot Palembang sudah memberikan pemberitahuan ke tingkat kelurahan agar setiap lingkungan mengetahui dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat. Selain jangan berkerumun dan memperhatikan protokol kesehatan, shslat juga harus jaga jarak.

“Khutbah diharapkan dipersingkat dan pembacaan ayat Alquran saat shalat tidak terlalu panjang dan juga jangan ada salam-salaman,” katanya.

Saim juga mengatakan, pada saat pemotongan hewan kurban diharapkan memperhatikan protokol kesehatan. Untuk tempat pemotongan hewan kurban bagi setiap pemotong menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), minimal sarung tangan, masker, dan sepatu boot. Selama pelaksanaan pun social distancing antar pekerja juga harus dilaksanakan minimal menjaga jarak satu meter.

“Bagi yang punya gejala sakit/demam kami melarang untuk datang ke lokasi pemotongan. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Begitu juga untuk alat-alat yang digunakan untuk pemotongan per empat jam harus dilakukan disinfeksi secara berkala, agar memastikan kondisi kebersihannya,” katanya.

Selain itu, dalam edaran tersebut mengatur soal pendistribusian daging oleh panitia kurban. Jika di tahun sebelumnya masyarakat kerap berkerumun mendatangi lokasi. Namun mempertimbangkan pandemi ini maka pembagian langsung diantar ke rumah yang berhak menerima.

“Pengumuman ini sudah kami sampaikan ke semua penyelenggara hewan kurban, agar protokol kesehatan ini benar-benar dilaksanakan sehingga pencegahan Covid-19 optimal,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.