Laporan: Marwan Ashari
Muarabeliti, Sumselupdate.com – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Musirawas (Mura), Hj Suwarti melaksanakan panen raya jagung di atas lahan 7 hektare, di Desa Satan Indah Jaya, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Mura, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Panen raya tersebut merupakan panen raya jagung serentak yang dipusatkan di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, oleh Menteri Pertanian Drs H Syahrul Yasin Limpo, SH. MH, Rabu (29/9/2021) dilakukan secara vertual.
Sekretaris Dinas Pertanian, Anindito didampingi Tohirin menerangkan untuk luas total tanaman jagung di Desa Satan Indah Jaya sendiri mencapai 106 Ha yang dikelola oleh Kelompok Tani Tunas Harapan.
“Kalau yang akan dipanen ini sekitar 7 Ha. Ini merupakan program pengembangan jagung nasional yang juga bantuan dari Pemkab Mura,” kata Anandito.
Dijelaskannya, untuk jenis jagung yang dipenen sendiri adalah jenis jagung hibrida variates pioner 36, dengan masa tanam hanya 85 hari.
Untuk produksi sendiri sekitar 15 ton per hektar untuk tongkol kering atau 9,9 ton pripilan kering setiap hektarenya.
Kemudian untuk sasaran tanam jagung di Kabupaten Mura mencapai 8.290 Ha. Namun dari jumlah itu terealisasi 8.847 Ha atau 106,7 persen. Sedangkan untuk panen 7.886 melebihi dari target 7.391 ha atau 93,20 persen.
“Untuk empat sampai lima tahun terakhir, tanaman jagung di Kabupaten Mura menunjukan tren yang meningkat. Sebab, sebelumnya lahan yang tidak ditanam jagung, kini sudah ditanami, karena masa pengeringan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kabupaten Mura berada diurutan ke-4 dibawah Oku Selatan, Banyuasin dan Oku Timur. Kabupaten Mura menggeser Lahat dan Muara Enim. Kedepan akan terus dilakukan pengembangan, khususnya dilahan kering dan lahan yang tidak bisa ditanam padi.
Sementara itu Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti, menyampaikan, panen raya jagung ini di pusatkan di Grobokan, Provinsi Jawa Tengah yang langsung di pimpin oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan diikuti seluruh Kabupaten/Kota secara virtual.
Dalam kesempatan itu, dia mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) yang telah mendorong program nasional untuk swasembada pangan.
“Lebih enak nanam jagung, karena panennya cepat. Mudah-mudah bisa di gerakan di seluruh wilayah di Kabupaten Mura, karena Mura masih kekurangan untuk kebutuhan jagung hibrida. Apalagi untuk ekspor ke daerah lain untuk konsumsi ternak sendiri juga masih kurang,” katanya.
Dia juga mengajak, masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan dan lahan tidur. Terlebih di Mura saat ini masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan, khususnya lahan di sekitar pekarangan rumah.
“Silahkan Distannak untuk memberikan bibit agar warga juga semangat. Jangan hanya itu, tapi pemerintah juga harus memberikan fasilitas untuk pemasarannya, agar bisa mendongkrak harga dan penghasilan petani jagung,” pungkasnya. (**)











