Washington, Sumselupdate.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan berencana membangun fasilitas karantina Ebola di Kenya untuk menampung warga AS yang terpapar virus mematikan tersebut.
Langkah itu dilakukan sebagai alternatif dibanding menerbangkan pasien Ebola langsung ke wilayah AS.
Laporan tersebut diungkap media AS pada Rabu (27/5/2026). Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut telah menginstruksikan militer AS membangun fasilitas karantina di wilayah Kenya bagian tengah dalam waktu sepekan.
Menurut laporan The Washington Post, fasilitas itu akan dilengkapi unit biokontainmen khusus yang didatangkan dari AS guna menangani pasien terpapar Ebola.
Tahap awal pembangunan disebut menyiapkan kapasitas 50 tempat tidur, dengan kemungkinan diperluas hingga 250 tempat tidur.
Sejumlah anggota Layanan Kesehatan Masyarakat AS juga dilaporkan mulai menjalani pelatihan di Joint Base Andrews, Maryland, sebelum diterjunkan ke Kenya.
Sementara itu, Associated Press melaporkan fasilitas tersebut diperuntukkan bagi pasien Ebola yang perlu segera dipindahkan dari Republik Demokratik (RD) Kongo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun hingga kini, belum ada kepastian lokasi pembangunan fasilitas maupun persetujuan resmi dari pemerintah Kenya.
Sebelumnya, pemerintah AS telah menerbangkan seorang dokter warga negaranya yang menunjukkan gejala Ebola ke rumah sakit di Jerman. Selain itu, enam warga AS lainnya juga dikirim ke Jerman dan Republik Ceko untuk menjalani pemantauan kesehatan.
Di sisi lain, pemerintah AS juga memperketat aturan perjalanan terkait wabah Ebola.
Pada awal Mei 2026, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memberlakukan larangan masuk selama 30 hari bagi warga asing yang dalam 21 hari terakhir berada di RD Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan.
Kebijakan tersebut kemudian diperluas hingga mencakup pemegang kartu hijau atau penduduk tetap legal AS.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan RD Kongo melaporkan jumlah kasus suspek Ebola di negara tersebut telah melampaui 1.000 kasus, seiring wabah yang terus meluas di wilayah timur negara itu.
(**)











