Upaya Pembentukan Provinsi Baru Mulai Direalisasikan

Rabu, 6 April 2016
Gedung DPRD Kabupaten Mura.

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Wacana pembentukan calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Sumatera Selatan Barat (Sumselbar) atau yang kini mulai muncul nama lain bagi calon DOB, yakni Provinsi Musi Raya dan Sumatera Tengah (Sumteng) yang keduanya bertujuan dalam upaya percepatan pembangunan di sejumlah daerah, kini mulai mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Bahkan, beberapa tokoh masyarakat yang mendukung terkait hal ini, memastikan secepatnya akan menggelar pertemuan dengan beberapa tokoh masyarakat dari daerah lain, guna membahas agar upaya pembentukan provinsi baru ini, nantinya tidak hanya jadi wacana dan diharapkan dapat memicu tokoh-tokoh masyarakat lain, guna merealisasikan hal ini.

“Sabtu, 9 April mendatang, kita akan bertemu sejumlah tokoh masyarakat serta pihak terkait yang mendukung pembentukan provinsi baru ini. Pertemuan tersebut untuk membahas terkait langkah kedepan yang akan diambil, terutama upaya kita untuk membentuk Presidium Pemekaran,” ungkap Wahisun Wais Wahid, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas.

Ia menyampaikan, pertemuan tersebut juga akan melibatkan sejumlah tokoh yang kini mulai mewacanakan nama-nama untuk provinsi baru tersebut. Sebab, selama ini ada tiga wacana nama yang berkembang untuk pembentukan DOB tersebut, yakni Provinsi Sumatera Tengah (Sumteng), Provinsi Sumatera Selatan Barat (Sumselbar) dan Provinsi Musi Raya.

“Termasuk nanti pertemuan itu, untuk menyamakan persepsi dan menentukan nama yang paling tepat. Lalu, pada tanggal 15 April mendatang, hasil pertemuan tersebut langsung akan kita sampaikan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, melalui pak Hendri Zainudin dan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui Fauzi H Amro yang akan juga membantu menyampaikan ke Komisi II DPR RI, sebab saat ini dia (Fauzi H Amro) masih berada di Komisi V DPR RI,” jelasnya.

Ia menyampaikan, saat ini seluruh syarat pemekaran telah terpenuhi, termasuk jumlah minimal kabupaten dan kota yang telah ada enam daerah yang diwacanakan. Kendati memang, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) dipastikan belum akan masuk dalam daftar yang diajukan, karena mesti berdiri selama 5 tahun dulu pemerintahannya sesuai aturan jika ingin ikut bergabung dalam pemekaran.

“Karena undang-undang menyatakan minimal harus ada lima daerah, nanti akan kita ajukan lima daerah dulu, yakni Lahat, Pagaralam, Empat Lawang, Lubuklinggau dan Musirawas, sementara Kabupaten Muratara akan menyusul karena harus lima tahun berdiri dulu, istilahnya masuk dalam waiting list. Tapi, bisa jadi kita ajukan 6 daerah, karena kalau sesuai dalam wacana pembentukan Provinsi Musi Raya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masuk dalam wacana itu,” ungkapnya.

Diakuinya, untuk calon ibukota provinsi nantinya, tidak akan menjadi permasalahan dan belum akan dibahas pihaknya, karena saat ini pihaknya masih berupaya menyatukan dulu kemauan bersama tersebut, termasuk membentuk struktur agar lebih terorganisir.

“Untuk calon ibukota provinsi baru itu nanti, tidak jadi masalah dimana nantinya, yang jelas kita kumpulkan tokoh-tokoh masyarakat, lalu dapat membentuk pokja. Sebab, pada bulan Juni atau Juli mendatang, diharapkan hal ini sudah disampaikan dan dapat dibahas di Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Yang terpenting, kita mekarkan dulu, soal ibukota apakah nanti di Lubuklinggau atau di daerah lain semuanya kita dukung,” ungkapnya. (Ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.