Upal Berpotensi Tersebar di OKU

Kapolres OKU AKBP Leon Andi Gunawan SIk MPP.

Baturaja, Sumselupdate.com – Terkait pengungkapan uang palsu (Upal) oleh jajaran polres OKU, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP Leo Andi Gunawan menyampaikan himbauan agar warga masyarakat di daerah OKU mewaspadai adanya peredaran Upal apalagi mendekati Ramadhan dan lebaran nanti.

Hal ini disampaikan Kapolres menanggapi temuan Upal saat pengembangan kasus narkoba (sabu) dengan tertangkapnya Edi Ahmadi alias Madi (38) warga Desa Kedaton Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya.

Bacaan Lainnya

Dimana, dari hasil penggeledahan rumah tersangka Edi, ditemukan Upal berjumlah Rp80 juta dalam bentuk pecahan Rp100 ribu yang diletakkan di dalam kaleng roti dekat kandang ayam belakang rumahnya.

Untuk itu, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten OKU diminta mewaspadai dan mengantisipasi peredaran Upal, terlebih jelang Ramadhan ini dan Lebaran nanti.

“Kita ekspose ini dan kita himbau supaya masyarakat tahu bahwa Upal ini berpotensi tersebar di OKU,” katanya.
Mengantisipasi peredaran Upal itu pula, pihaknya juga akan bekerjasama dengan pihak Bank untuk dapat mengonfirmasikan pada masyarakat terkhusus nasabah mereka, mengenai perbedaan uang asli dan uang palsu.

Lebih lanjut disampaikannya, bahwa modus penyebaran Upal biasanya pakai pecahan kecil, tapi disebar cukup banyak. Lokasi penyebaran biasanya di tempat-tempat transaksi masyarakat seperti di pasar-pasar dan lainnya.
“Peredarannya di pusat – pusat kegiatan transaksi. Untuk itu, cerdaslah dalam bertransaksi. Pahami mana uang asli dan palsu,” ucap dia, Selasa (31/5).

Apabila ada warga yang menemukan atau menerima uang palsu, diminta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian terdekat guna dilakukan pengungkapan.

Terkait dengan temuan Upal Rp80 juta itu, pihaknya tambah Kapolres, akan berkoordinasi dengan Polres Ogan Ilir (OI) yang juga pernah mengungkap peredaran Upal. Apakah ini bagian dari OI yang terungkap itu atau memang terpisah.

Yang pasti, untuk kasus uang palsu ini, pihaknya melimpahkan ke Unit Pidana Khusus untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Uang palsu kita serahkan pada krimsus. Karena kita tidak tahu masuknya dari mana,” terang dia.(Yan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.