Universitas PGRI Palembang Gelar Seminar Nasional dan Teken MoA Dengan Universitas Bengkulu

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi memaparkan makalah dalam seminar nasional pendidikan.

Palembang, Sumselupdate.com – Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang menggelar seminar nasional pendidikan bertemakan ‘Meningkatkan Literasi Pendidikan dalam Rangka Menyongsong Revolusi 4.0’.

Kegiatan seminar nasional yang dipusatkan di Aula H Aidil Fitri Syah Gedung Science Universitas PGRI Palembang, Sabtu (12/1), menghadirkan empat pemakalah utama.

Bacaan Lainnya

Keempat pemakalah utama tersebut, Prof Dr Sudarwan Danim, MPd dari Universitas Bengkulu,  Park Jin Ryeo, Phd dari Busan University of Foreign Studies-Korea Selatan.

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi menyerahkan cendera mata kepada Park Jin Ryeo, Phd dari Busan University of Foreign Studies-Korea Selatan.

Dr Aria Septi Anggaira, MPd dari IAIN Metro Lampung dan pengajar BIPA PPSDK, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud dan Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi.

Seminar nasional pendidikan tersebut diikuti 280 peserta terdiri dari 152 peserta dan 128 pemateri parale yang datang dari berbagai institusi.

Institusi tersebut yakni Departemen Geografi Lingkungan Universitas Gajah Mada, STAI Auliaurrasyid Tembilahan, Riau, Universitas Islam Nusantara Bandung, Universitas Negeri Semarang, IAIN Padang Sidempuan, Universitas Muhammadiyah Palembang, dan Sekolah Tinggi Ekonomi Lahat.

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi menyerahkan cendera mata kepada Prof Dr Sudarwan Danim, MPd dari Universitas Bengkulu.

Acara seminar nasional pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang ini dibagi dua sesi, yaitu sesi paralet pembicara utama dan sesi paralet pemateri pendamping.

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi menyerahkan cendera mata kepada Dr Aria Septi Anggaira, MPd dari IAIN Metro Lampung dan pengajar BIPA PPSDK, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi mengucapkan selamat datang kepada  semua pembicara utama yg datang dari Bengkulu, Korea Selatan, dan Metro Lampung serta semua peserta seminar yang datang dari berbagai daerah dan kota di Indonesia.

Rektor menitipkan pesan supaya peserta, terkhusus mahasiswa Pascasaraja untuk dapat memetik poin-poin yang disampaikan para pembicara mengenai berbagai hal terkait tema ‘Meningkatkan Literasi Pendidikan dalam Rangka Menyongsong Revolusi Industri 4.0’.

“Mahasiswa harus dapat menyerap hal-hal penting tentang pendidikan di Korea dan di Finlandia karena Dr Aria punya pengalaman mengajar di sana, dan juga pengalaman-pengalaman berharga dari Prof. Dr. Sudarwan Danim, MPd yang juga menjadi Ketua PGRI Bengkulu,” kata Rektor.

Dikatakan Rektor, sebagai pimpinan Universitas PGRI Palembang terus melakukan kunjungan-kunjungan ke kabupaten dan kota di Sumsel dalam rangka bersilaturahmi, menyampaikan berbagai perubahan dan kebijakan.

Kunjungan ke daerah ini juga untuk melakukan Memorandum of Understanding (MoU) guna mensosialisakan, mengenalkan, dan meningkatkan jumlah mahasiswa baik mahasiswa program Strata Satu maupun  mahasiswa Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.

Sementara itu dalam paparannya, Prof Dr Sudarwan Danim dari Universitas Bengkulu menekankan bahwa era revolusi ini harus disikapi dan siasati sedemikian rupa, sehingga akan membawa manfaat bagi semua.

Penandatangan MoA antara Direktur Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, Dr Houtman, MPd dan Dekan FKIP Universitas Bengkulu Prof Dr Sudarwan Danim, MPd.

Sedangkan Park Jin Ryeo, Phd dari Busan University of Foreign Studies-Korea Selatan menyampaikan apa yang terjadi dan perlu dilakukan dengan datangnya Revolusi Industri 4.0.

Diakuinya, ada kekhawatiran karena peranan guru sedikit terabaikan oleh mahasiswa karena mahasiswa lebih percaya Teknologi (IT).

Menurut wanita yang akrab disapa Gina ini mengatakan, mahasiswa lebih sering mencari informasi dan berkomunikasi melalui internet atau media sosial lainnya. Mereka dengan cepat  dapat mendapatkan apa yang mereka cari dan inginkan.

“Oleh karenanya di Era Revolusi 4.0 ini diperlukan inclusiveness, clear thinking, imagination and  courage, external focus, and expertise.

Dikatakannya, sistem pembelajaran dan penataan di Korea juga sudah disesuaikan dan berubah. Untuk di perpustakaan misalnya mahasiswa tidak lagi antrean untuk meminjam buku atau membaca.

Namun  mahasiswa sudah sibuk dengan laptop dan searching e-Book serta tempat-tempat duduk di-design sedemikian rupa sehingga mahasiswa dapat membuka laptop sambil berbaring santai dan minum.

“Perpustakaan di-design seperti ‘cafe’ yang dilengkapi dengan berbagai makanan dan minuman dan memungkinkan mahasiswa lebih lama beraktifitas,” jelasnya.

Saat ini, kata Gina, Busan University sudah bekerjasama dengan 17 universitas di dunia, seperti Jepang, China, Turkey, Indonesia, dan berbagai negara lainnya.

Penandatanganan MoA antara Patricia HM Lubis, PhD selaku Wakil Dekan I FKIP Universitas PGRI Palembang dan Dekan FKIP Universitas Bengkulu Prof Dr Sudarwan Danim, MPd.

Dalam paparannya, Gina berharap dapat bekerja sama dengan Universitas PGRI Palembang dalam berbagai kegiatan seperti pembuatan bahan ajar, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penelitian dan pengembangan program bersama.

Dr Aria Septi Anggaira, MPd dari IAIN Metro Lampung dan pengajar BIPA PPSDK, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud menjelaskan, berbagai hal mengenai pentingnya guru meningkatkan pengetahuan dan penguasaan bahasa dalam rangka untuk dapat mengajarkan bahas Indonesia kepada penutur asing.

Dalam kaitannya di era revolusi 4.0 ini guru dituntut untuk terus belajar dan meng-upgrade pengetahuan dan keterampilan IT. Untuk di Finlandia, Dr Aria menyampaikan bahwa pemerintah di sana memang secara sungguh-sungguh dan terus menerus memberikan perhatian terhadap peningkatan literasi dan pemanfaatan teknologi.

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi memaparkan dalam seminar pendidikan tersebut, berbagai hal mengenai tantangan pada era revolusi industri 4.0 serta solusinya.

Di era ini, menurut Bukman, perlu adanya peningkatan keamanan IT, peningkatan kemudahan stabilitas mesin produksi, peningkatan keterampilan.

“Era ini akan sulit dilalui bila ada keengganan para pemangku kepentingan untuk berubah. Di era revolusi industri 4.0 ini akan berpengaruh terhadap hilangnya banyak pekerjaaan karena adanya otomatisasi. Namun demikian akan tetap menciptakan hal-hal baru bagi orang-orang yang kreatif dan berinovasi,” ujarnya.

Bukman mengharapkan peserta seminar terkhusus mahasiswa Pascasarjana untuk melakukan penelitian-penelitian inovatif. Mahasiswa Pascasarjana yang sebagian besar adalah guru diharapkan mempunyai komitmen yang tinggi dalam pengembangan digital skills bagi siswa, dapat menyusun tujuan dan strategis guru serta memberikan perhatian yang sungguh-sungguh.

Selain menggelar seminar nasional pendidikan, di hari yang sama dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang dan Universitas Bengkulu.

MoA ini diteken Direktur Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, Dr Houtman, MPd dan Dekan FKIP Universitas Bengkulu Prof Dr Sudarwan Danim, MPd. Selain itu, dilaksanakan MoA antara FKIP Universitas PGRI Palembang dan FKIP Universitas Bengkulu.

Penandatanganan MoA ditandatangani Patricia HM Lubis, PhD selaku Wakil Dekan I FKIP Universitas PGRI Palembang dan Dekan FKIP Universitas Bengkulu Prof Dr Sudarwan Danim, MPd. (hyd)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.