Umat Buddha di Kota Lubuklinggau Rayakan Hari Kathina

Umat budha yang tergabung dalam Vihara Dhamma Ratana Kota Lubuklinggau menggelar perayakan hari raya Kathina dana 2562 tb 2018.

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Ratusan umat budha yang tergabung dalam Vihara Dhamma Ratana Kota Lubuklinggau menggelar perayakan hari raya Kathina dana 2562 tb 2018  dengan bersuka cita.

Perayaan Kathina dana dengan menggelar acara pindapatta yang yang dihadiri delapan bikkhu sangha theravada indonesia dan dengan tema ‘Memberi Membawa Kemuliaan’ yang diisi dengan kebaktian Kathina.

Bacaan Lainnya

Hari Kathina merupakan upacara khusus pemberian dana bagi para umat kepada Bhikkhu Sangha yang berlangsung satu bulan setelah para Bhikkhu menyelesaikan masa vassa selama tiga bulan.

Dalam masa vassa tersebut, para Bhikkhu melaksanakan tekadnya untuk berdiam di suatu vihara dan membabarkan dhamma. Selama tiga bulan masa vassa, para Bhikkhu tidak boleh pergi kemana-mana kecuali ada keperluan yang penting.

Dalam pindapatta, semua bikkhu ini mengenakan jubah warna orange. Yang kemudian berjalan tanpa menggunakan alas kaki sesuai rute yang telah ditentukan yakni Smart Hotel, Simpang RCA, menuju Lapangan Kurma dan finish di Smart Hotel Lubuklinggau.

Di sepanjang jalan yang dilalui, para umat budha telah bersiap menanti kehadiran para bikkhu.

Dengan menyiapkan bermacam macam persembahan, yang akan di berikan seperti misalnya jubah, obat obatan, makanan dan kebutuhan sehari hari lainnya

Bhante Dhammavijjayo Mahathera salah satu Bhikkhu mengatakan, dalam peringatan Kathina tahun ini menekankan bahwa manusia harus saling tolong menolong.

Membantu siapapun juga yang memerlukan bantuan, karena berbuat baik itu tidak memandang suku, agama tetapi berdasarkan cinta kasih yang murni untuk meringankan penderitaan semua mahluk.

Menurut dia, maka demikian ditekankan bahwa umat yang beragama tergantung ucapannya, kalau ucapannya baik  dan benar mereka punya agama dalam setiap ucapannya.

Begitu juga, jika tingkah lakunya  baik dan benar, artinya mereka memiliki agama didalam tingkah lakunya.

“Demikian juga bukan KTP-nya dan kepercayaan  yang menetukan, tetapi yang penting politik batin dan pikirannya. Kalau pikirannya bersih, penuh cinta kasih ingin membahagiakan semua mahluk, itulah agama yang terbaik yang mereka miliki di dalam individu masing-masing,” ungkapnya.

Dalam pindapatta kali ini memiliki arti bahwa kita harus paham para Bhikkhu itu hidupnya tegantung dukungan dan sumbangan semua orang.

Di mana mereka meditasi, mengumpulkan semua energi kebajikan dan  ketika mereka melakukan pindapatta juga mendoakan langsung untuk para donatur  agar panjang umur, banyak rezeki,bebas dari semua masalah tercapai yg dicita-citakan.

“Dengan  Pindapatta kita dapat merenungkan, kita bisa hidup karna berkat dukungan  sumbangan umat. maka dari itu, kita tidak boleh hidup seenak-enaknya, tetapi memikirkan bagaimana bisa membantu meringankan dan membahagiakan banyak umat,” tegasnya. (and)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.