Turunkan Angka Stunting, Dinkes Kota Pagaralam Programkan Suntikan DID

Kamis, 27 Februari 2020
Kantor Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Sumsel.

Pagaralam, Sumselupdate.com –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memprogramkan suntikan Dana Insentif Daerah (DID).

Program suntikan DID ini guna menekan angka stunting yang disebabkan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinkes Kota Pagaralam, Desi Elviani mengatakan, untuk angka stunting di Kota Pagaralam masih dinilai baik, karena masih di bawah angka rata-rata nasional.

“Angka stunting di Pagaralam jauh di bawah angka rata- rata nasional 26 persen. Di 2019 lalu terekam stunting 4,58 persen dari 2.576 balita, angka ini turun jika dibandingkan di 2018 yaitu 9,36 persen dari 2.618,” bebernya, Kamis (27/2/2020).

Ia mengatakan, angka tersebut dari hasil entry data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).

Jumlah balita tersebut terdata melalui pelayanan kesehatan secara gratis di posyandu-posyandu  yang tersebar di setiap kelurahan yang ada di Kota Pagaralam.

Menurut Desi, balita usia 0 hingga 59 bulan sudah dilakukan pelayanan kesehatan melalui proses ukur berat badan dan tinggi badan.

Mengenai pendataan melalui pelayanan imunisasi kepada balita, dikatakan Desi, semuanya balita tercover dengan pelayanan imunisasi di posyandu.

Hal ini dikarenakan, faktor kesadaran serta masyarakat Pagaralam yang mendominasi sebagai petani sehingga tak sedikit anak balitanya diajak tinggal di kebun.

“Ke depan menjadi perhatian serius kita, agar semua balita tercover dengan pelayanan imunisasi, karena program ini penting diberikan kepada anak-anak kita. Agar tumbuh kembangnya baik dan sehat,” bebernya.

Pastinya, kata dia lagi, untuk program stunting, semua balita akan mendapatkan imuniasi lengkap, ibu hamil mendapatkan persalinan yang difasilitasi kesehatan yang tetap mempedomani Peraturan Mentri Keuangan (PMK) No 141/PMK.07/3019 tentang pengelolaan dana insentif daerah.

Sementara itu, Kasi Kesra, Susanti menambahkan, pihaknya juga akan mengintensifkan sosialiasi stunting di tengah masyarakat.

Tujuannya agar masyarakat paham terutama kalangan orang tua mengenai pentingnya asupan gizi anak.

“Langkah lain meningkatkan Germas tentang faktor pertumbuhan, perkembangan anak dengan pola makan dan perbanyak zat besi seperti vitamn A. Juga, di setiap pelayanan imunisasi di posyandu selain kita memberikan vitamin juga pemberian makan tambahan kepada balita scara gratis,” pungkasnya. (ric)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.