Tuntaskan Sengketa Lahan di Ogan Ilir, Herman Deru Sarankan Tempuh Jalur Dialog

Jumat, 13 September 2019

Palembang, Sumselupdate.com – Tidak ingin persoalan sengketa lahan antara masyarakat Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir dengan pihak PTPN VII berlarut-larut, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengelar dialog agar persoalan ini bisa selesai tanpa ada pihak yang dirugikan.

Dalam pertemuan yang digelar di Griya Agung Palembang, pada Kamis (12/9) malam itu, Herman Deru menyimak penjelasan terkait persoalan sengketa tanah yang telah terjadi bertahun-tahun di wilayah Kabupaten Ogan Ilir tersebut.

Read More

Dedi Krisna, Humas Gerakan Tani Sumsel Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir memberikan apresiasi kepada Gubernur Herman Deru yang telah bersedia meluangkan waktu di tengah sebagai pemimpin daerah.

“Kami yakin dan percayo bapak Gubernur tidak berpihak . Baru inilah Gubernur yang peduli dengan rakyatnyo. Mengajak kami diskusi untuk nyelesaike masalah ini dengan niat yang tulus. Jadi kami yakin dan percayo ini akan selesai dengan hadirnya beliau,” ungkapnya.

Upaya penyelesaian sengketa lahan ini juga dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel Edward Candra yang pada saat yang sama juga ikut memberikan masukan kepada Guburnur.

Herman Deru menanggapi paparan warga dan pihak terkait menegaskan, sebenarnya sudah ada progres kemajuan untuk penyelesaian masalah lahan ini, karena itu dirinya mengaku akan serius dalam penyelesaiannya. Salah satunya jalan yang ditempuh yakni membuat tim. tim ini nantinya akan bertugas melakukan investigasi di lapangan.

“Aspirasi masyarakat muncul terkait dengan masalah lahan ini, saya baru beberapa bulan dilantik menjadi Gubernur Sumsel. Disini saya tegaskan, saya ingin tau secara detail permasalahan yang terjadi. Makanya malam ini saya ingin mendengar secara langsung duduk persoalan yang sebenarnya,” tegas Deru.

Dia menilai dengan duduk bersama sambil berdiskusi, permasalahan ini dapat terselesaikan sesegera mungkin.

“Yang penting kita punya niat yang sama ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan baik dan hormat. Gubernur dalam hal ini hannya memfasilitasi agar masing-masing pihak tidak dirugikan terutama hak masyarakat,” imbuhnya.

Dirinya menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kabupaten ogan Ilir ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan benar clean and clear.

“Menurut saya penyelesaian ini ada dua opsi yang dapat ditempuh yaitu melalui jalur hukum atau melalui dialog musyawarah. Namun jika melihat dari upaya dilakukan menunjukan hal ini diselesaikan dengan musyawarah. Artinya agar ada titik terang masing-masing pihak siapkan semua data. Aku ingin semua ini clean and clear,” harapnya. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts