Tragis… Kurang Mobiler, Pelajar SMAN 2 Abab Terpaksa Belajar di Lantai

Senin, 29 Januari 2018
Siswa SMAN 2 Abab belajar di lantai.

PALI, Sumselupdate.com – Akibat kurangnya fasilitas belajar mengajar berupa kursi dan meja, membuat pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Abab yang terletak di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa harus belajar dengan cara melepoh atau di lantai.

Selain melepoh, sekolah yang baru berjalan dua tahun ini dengan jumlah murid 220 orang terbagi 7 kelas, hanya mempunyai tiga lokal ruang kelas tanpa ada kursi dan meja memaksa pelajar harus bergantian untuk mengikuti pelajaran.

Read More

Iskandar, Kepala SMAN 2 Abab mengaku bahwa pihak sekolah telah mengajukan bantuan mobiler ke dinas pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, namun hingga kini belum ada jawaban dari pihak Disdik Provinsi Sumsel untuk membantu.

“Seperti itulah proses belajar di sekolah kami, hanya ada tiga ruang kelas tanpa meja dan kursi. Kami minta Dinas Pendidikan provinsi segera merealisasikan pengajuan bantuan mobiler yang telah kami sampaikan,” ucap Iskandar kepada media ini, Senin (29/1/2018).

“Untuk mengatasi kekurangan ruang kelas, warga setempat telah bergotong royong membuat ruang kelas darurat dari tiang kayu dan atapnya terpal, saat ini sudah dipakai belajar dan kami pinjam kursi dari sekolah dasar yang letaknya berdekatan,” urainya.

Terpisah, Zainul kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) PALI meminta Pemkab PALI in ikut mengatasi persoalan di SMAN 2 Abab.

“Memang pengelolaan SMA dikembalikan ke Pemprov melalui dinas pendidikan provinsi, namun dari keterangan bagian sarana prasarana Disdik provinsi, Pemkab juga bisa membantu penyediaan mobiler kalau ada anggaran. Untuk itu kami berharap Pemkab juga ikut membantu permasalahan ini agar dunia pendidikan di PALI berjalan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kamriadi S.Pd M.Si, Plt Kepala dinas Pendidikan PALI berharap kepala sekolah harus bijak dalam mengatasi masalah. Dan Kadisdik PALI juga menyatakan bahwa bantuan mobiler sudah dianggarkan tahun ini. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak berkembang, Disdik PALI bakal mencari pinjaman kursi dan meja ke sekolah-sekolah di sekitar SMAN 2 Abab.

“Sudah kami sampaikan ke Disdik provinsi agar dibantu di SMA tersebut, sebab Pemkab telah membantu hibah bangunan ruang belajar tiga lokal. Namun agar masalah ini tidak berkembang, kami akan pinjam mobiler ke sekolah lain sekitar itu, sementara menunggu pengadaan mobiler yang anggarannya tahun ini,” terang Kamriadi.

Dirinya juga meyebutkan telah menyarankan kepala sekolah tersebut untuk pinjam ruangan belajar ke sekolah lain, namun mungkin karena tidak sabar, warga akhirnya bergotong royong membangun ruang belajar darurat.

“Sudah kami sarankan agar bersabar, dan kursi serta meja kami arahkan pinjam terlebih dahulu, apabila kurang, silahkan koordinasi dengan kami. Untuk anggaran pembanguan fisik ruang belajar, memang dibuat terpisah dengan anggaran penyediaan mobiler, untuk antisipasi apabila ruang belajar belum selesai, terus mobiler datang tidak disimpan diluar ruangan.Intinya kami siap bantu meski bukan wewenang kami, tapi kami minta warga bersabar dan dalam waktu satu minggu ini kami pastikan, siswa di sekolah itu tidak ada lagi yang belajar melepoh,” janjinya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts