Tolak Tukar Uang Rp5.000 Robek, Karyawan  Bakso Dikeroyok Preman

Ridho korban pengeroyokan dan perusakan grobak di bawah Jembatan Ampera.

Laporan : Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Tak bersedia menukar uang Rp5.000 yang robek dari RZ, yang diduga seorang preman, Rido Satria (23) karyawan bakso yang berjualan di bawah Jembatan Ampera, dipukul keras sehingga kepalanya bocor, sekitar pukul 16.10 WIB, Kamis (13/1/12021).

Bacaan Lainnya

Diceritakan Pemilik usaha bakso Evita (29), kejadian bermula ketika pegawainya sedang berjualan di TKP menggunakan grobak. Kemudian datang seorang pria yang diduga preman berinisial RZ ingin menukar uang Rp 5.000 rupiah kepada karyawannya.

“Uang tersebut robek dan ridho protes terhadap pelaku. Tapi, pelaku tidak mendengarkan dan mengambil uang korban. Lalu pelaku memukul kepala Ridho,” ujarnya kepada awak media,Kamis (14/1/2020).

Kondisi gerobak yang dihancurkan pria yang diduga preman.

“Preman itu marah-marah, bahkan mengancam akan membunuh pegawai saya. Dan saya katakan jangan marah, kasihan dia hanya berjualan. Tak lama berselang datang suami saya ke TKP dan kembali berjualan bersama Ridho,” tambahnya.

Tadinya, mereka mengira peristiwa ini telah berakhir. Tapi ternyata belum, karena tidak lama setelah itu, datang gerombolan preman dan langsung mengeroyok pegawainya hingga mengalami luka di kepala.

“Tidak hanya itu mereka juga beramai-ramai merusak grobak di tempat pegawai saya berjualan hingga hancur. Atas kejadian tersebut, saya bersama Ridho melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang.

“Harapan saya, agar para pelaku tertangkap dan kami bisa berjualan dengan aman,” tutupnya.

Sementara itu, Penjabat Sementara (PS) Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat saat dikonfirmasi mengatakan saat pihaknya dalam pengumpulan data dan mencari keterangan saksi.

“Anggota kita sudah turun ke TKP terkait kasus pengeroyokan dan perusakan yang dilakukan diduga preman dan kasus tersebut masi kita tangani,” kata Kompol Edi. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.