Tolak Aksi Anarkis, Masyarakat Muaraenim Gelar Deklarasi Bersama Polri dan TNI

Penandatanganan deklrasi bersama tolak anarkisme.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Jajaran kepolisian resort (Polres) Muaraenim bersama Forkopimda Kabupaten Muaraenim, DPRD Kabupaten Muaraenim, tokoh agama, tokoh Pemuda dan pimpinan ormas, LSM dan pimpinan pondok pesantren dalam wilayah kabupaten Muaraenim mengelar pernyataan bersama untuk dekelarasi menolak aksi anarkis di halaman Polres Muaraenim, Kamis, (15/10/2020).

Pernyataan tersebut yang berbunyi  “Deklarasi Bersama Menolak Aksi Anarki” yang ditandatangani secara bersama-sama antara Forkopimda, DPRD, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Pimpinan Ormas, LSM dan Pimpinan Pondok Pesantren dalam wilayah kabupaten Muaraenim dengan ini menyatakan sikap yaitu bersama-sama untuk menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bermasyarakat di kabupaten Muaraenim dengan berdasarkan kepada pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Bacaan Lainnya

Kemudian bersama-sama untuk menciptakan suasana damai dan menghargai perbedaan keyakinan serta ajaran agama dan suku bangsa di kabupaten Muaraenim dalam rangka bhinneka tunggal ika guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan bangsa Indonesia.

Selanjutnya, bersama-sama menyelesaikan setiap permasalahan yang berkaitan dengan perbedaan keyakinan dan ajaran agama serta suku bangsa, akan mengedepankan penyelesaian secara musyawarah mufakat dan menjunjung tinggi supremasi hukum negara kesatuan republik Indonesia.

Seterusnya, menolak semua bentuk paham radikalisme yang mengatas namakan agama dan kesukuan yang dapat mengancam serta menimbulkan perpecahan di masyarakat kabupaten Muaraenim dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia.

Terakhir, tidak mendukung setiap aksi kelompok masyarakat ataupun individu yang menjurus pada aksi anarkis yang dapat menganggu kamtibmas di kabupaten Muaraenim.

Adapun kelima isi Deklarasi Bersama Menolak Aksi Anarki yang dibacakan oleh Waka Polres Muaraenim Kompol Agung Adhitya Prananta SH, SIK, yang didampingi Kabag Ops Polres Muaraenim Kompol Ricky Nugraha, SIK, dan selanjutnya piagam deklarasi ditandatangani oleh peserta Deklarasi.

Adapun peserta deklarasi tersebut yaitu Bupati Muaraenim yang diwakili oleh Staf Ahli Pemkab Muaraenim Panca Surya Dinata, Plt Ketua DPRD Kabupaten Muaraenim yang diwakili Sekwan Lido Septontoni, Kapolres Muaraenim AKBP Donny Eka Syaputra, SH, SIk, MM, Dandim 0404 Muaraenim Letkol Inf Erwin Iswari, SSos, MTr (Han), Kajari yang mewakili oleh Kasi Pidsus M Alvinda Yudhi Utama, SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri Bapak Akhmad Nakhrowi Mukhlis, SH.

Ketua PCNU Kabupaten Muaraenim yang diwakili oleh Ustadz Miftah, Ketua MUI H Sahnan Lubis, Ketua FKUB dan PD 9. Muhammadyah Drs Sarban Sarjono, SH, Ketua Pemuda Muhammadyah yang diwakili oleh Tata, Ketua Ponpes Kabupaten Muaraenim Ustadz Taufik Hidayat, Kadin Diknas Kabupaten Muaraenim yang diwakili oleh Bapak Zaibin, LSM LIN (Lembaga Investigasi Negara 07.09) Kabupaten Muaraenim Junizar, LSM GPAB (Generasi Penggerak Anak Bangsa), M Nofah Hermanto, SE, dan Perwakilan dari BEM ST-Tarbiyah Kabupaten Muaraenim.

Kapolres Muaraenim AKBP Donny Eka Syaputra, SH, SIk, MM, bersama dengan Forkopimda dan tokoh masyarakat menyampaikan deklarasi ini merupakan suatu pernyataan penolakan terhadap aksinanarkis.

“Kami Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Muaraenim, dengan ini menolak dan menentang aksi anarkisme Payo, Bersame Kite Jage Kampung Kite, Mangko Aman dan kondusif, Kalo Bukan Kite Siape Lagi, Muaraenim Punye Kite. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan ini,” pungkasnya. (dan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.