Muratara, Sumselupdate.com – Kebakaran kembali terjadi di wiliyah Kabupaten Muratara, kali ini tiga ruang kelas SMP Negeri Karang Dapo ludes dilalap si jago merah.
Selasa (9/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa karena kondisi ruang kelas sedang kosong. Sebab siswa sudah pada pulang sekolah, namun kerugian ditaksirkan Rp 300 juta. Kuat dugaan api berasal dari pembakaran sampah.
Menurut informasi yang pertama kali mengetahui kebakaran tersebut penjaga sekolah dan melihat api sudah membesar.
Kemudian langsung menjerit memintah tolong dengan warga dan wargapun langsung berdatangan, bahkan langsung membantu memandamkan api dengan alat seadanya, dikarenakan api sudah membesar sehingga tidak bisa menyelamatkan tiga ruang kelas tersebut.
“Kami kaget dan langsung membantu untuk memadamkan api secara bergotongroyong dengan alat seadanya, namun dikarenakan api sudah besar sehingga tidak bisa menyelamatkan tiga ruang kelas tersebut,” ungkap Andi (35) salah satu warga sekitar.
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN Karang Dapo Wanti mengatakan pertama kali mendapatkan informasi adanya kebakaran dari penjaga sekolah, mengingat dirinya tidak ada di sekolah karena mengikuti rapat di Rupit.
“Ya kaget mendapatkan informasi bahwa ruang kelas terbakar dan langsung ke sekolah, kemudian untuk kerugian ratusan juta. Karena hanya sebagian kursi yang bisa diselamatkan,” katanya.
Sedangkan, Kapolres Mura AKBP Herwansah Saidi melalui Kapolsek Karang Dapo Iptu Yanie menjelaskan untuk penyebab kebakaran dugaan sementara dari pembakaran sampah, karena melihat asal api yang berasal dari tumpukkan sampah usai siswa melakukan kebersihan.
“Dugaan sementara api berasal dari pembakaran sampah dan dalam kejadian ini tidak ada menelan korban jiwa hanya saja kerugian materi,” jelasnya.
Lanjutnya untuk mengetahui penyebab lebih jelas, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan menanyakan kepada saksi pertama kali melihat kejadian yakni penjaga sekolah serta meminta keterangan dari Kepseknya.
“Siapa tahu dari hasil penyelidikan tersebut bisa mengetahui pasti penyebab kebaran, “tutur Yanie.
Ditempat yang sama Camat Karang Dapo Kasir Masuli mengungkapkan diberi tahu oleh masyarakat saat sedang di kantor mengatakan bahwa ada kebakaran dan pihaknya langsung turun ke lapangan melihat api sudah membesar.
“Saya langsung turun kelapangan dan membantu untuk memadamkan api serta memintah bantuan kepada pemadam kebaran. Kemudian datanglah dua unit mobil PBK untuk memadamkan api,” bebernya.
Dikatakannya bedasarkan laporan dari masyarakat dan dewan guru pagi tadi anak-anak melakukan pembersihan serta sampah tersebut dibakar.
“Dugaan api berasal dari pembakaran sampah,” ucapnya.
Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati jangan sampai membakar sampah sembarangan. Karena bisa mengakibatkan kebakaran.
“Jika ingin membakar sampah apinya harus dikontrol dan dipastikan terlebih dahulu sudah mati atau belum, jangan ditinggalin dan ditakutkan terjadi kebakaran, “himbaunya(Ain)











