Terungkap, Ternyata Ini Motif Pembunuhan Romli yang Jasadnya Dikubur di Dalam Lumpur

Kamis, 10 November 2022
Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo didampingi Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Agus Prihandinika serta Kasat Reskrim Polres OKI AKP Jatrat Tunggal dalam gelar perkara penangkapan empat pelaku pembunuhan Romli, Kamis (10/11/2022).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Tim gabungan Opsnal Unit 4 Subdit Jatanras Polda Sumsel dan Opsnal Pidum Satreskrim Polres OKI akhirnya berhasil mengungkap motif pembunuhan Romli (40) yang jasadnya ditemukan terkubur di dalam kubangan lumpur di Desa Karangsia, Sungai Menang, Kabupaten OKI pada Rabu (2/11/2022) lalu.

Read More

Peristiwa pembunuhan Romli ini sendiri sempat terkuak setelah sebelumnya keluarga korban membuat laporan orang hilang di polsek setempat, beberapa hari sebelum akhirnya jasad korban ditemukan.

Belakangan diketahui jika tewasnya Romli ternyata dilakukan oleh empat orang pelaku masing-masing Sutrisno alias Ten, Adi, Jaka, dan Iwan.

Kurang dari sepekan petugas gabungan berhasil menggulung empat orang terduga pelaku pembunuhan Romli di wilayah hukum Polda Jabar.

Empat pelaku ini ternyata merupakan petugas keamanan camp dan alat berat pada proyek yang ada di Desa Karangsia.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan motif pembunuhan terhadap Romli lantaran pelaku gelap mata dan kesal terhadap kelakuan korban.

Kekesalan itu bermula ketika korban Romli meminta jatah minyak kepada operator alat berat yang dijaga oleh ke empat tersangka.

Lantas, operator tersebut menghubungi dan menginformasikan hal itu kepada para pelaku.

Para pelaku yang emosi lantas telah menyiapkan senjata api rakitan, parang, dan juga tombak.

“Dengan sedikit memaksa (korban), membuat mereka (para tersangka –red) sakit hati dan mulai merencanakan pembunuhan,” ungkap Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo didampingi Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Agus Prihandinika serta Kasat Reskrim Polres OKI AKP Jatrat Tunggal.

Tiga butir peluru dari senjata api rakitan yang digunakan pelaku ditembakkan tepat ke arah dada korban. Tak puas dengan itu, para pelaku juga membacok dan menombaki korban Romli hingga meregang nyawa.

Usai menghabisi nyawa Romli, empat pelaku memaksa operator excavator untuk menimbunkan jasad korban di dalam kubangan lumpur.

“Mereka (operator excavator) berstatus saksi, karena dari olah TKP sampai dengan pemeriksaan, mereka melakukan di bawah tekanan, di bawah paksaan, dan ancaman,” jelas Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka Sutrisno alias Ten menceritakan jika pada waktu sebelum mereka merencanakan pembunuhan, Romli rupanya memaksa mereka untuk menyerahkan minyak solar dengan jumlah banyak.

“Dia minta lima kaleng, satu kaleng itu 35 liter,” imbuh tersangka Sutrisno.

Bahkan diceritakan, sempat para pelaku hendak memberikan, namun karena Romli yang meminta dengan cara memaksa membuat mereka kesal.

“Sudah kami kasih, tapi kami bilang habis shalat Jumat, tapi dia gak bolehin kami shalat Jumat. Dia tetap maksa jam sebelas siang itu sudah ada (minyak),” katanya.

Terlepas itu, pelaku mengaku khilaf dan menyesal karena dibuat emosi oleh korban.

“Saya kalau bertemu dengan keluarganya, saya ingin minta maaf langsung,” ujar Sutrisno. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts