Kualitas Udara Palembang Pagi ini Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 165

Writer: - Minggu, 13 September 2026
Asap tebal menyelimuti kawasan Kebun Raya Sriwijaya di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, setelah kebakaran hutan dan lahan melanda sekitar 30 hektare area gambut. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara di Kota Palembang kembali berada pada level sangat tidak sehat pada Minggu (13/9/2026) pagi, di tengah kondisi kemarau ekstrem dan masih tingginya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Pantauan IQAir pada pukul 06.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) Palembang mencapai 240 US AQI dengan polutan utama PM2.5. Konsentrasi PM2.5 tercatat 165 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Read More

Pada waktu yang hampir bersamaan, pemantauan BMKG di Stasiun Musi 2 Palembang juga menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Data BMKG pada pukul 05.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 152,2 µg/m³ dan masuk kategori Sangat Tidak Sehat.

Kondisi tersebut menunjukkan buruknya kualitas udara Palembang masih menjadi perhatian serius di tengah periode kering yang melanda Sumatera Selatan.

BMKG memang menyediakan pemantauan khusus konsentrasi partikulat PM2.5 sebagai bagian dari layanan informasi kualitas udara. Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan juga menyebut informasi kualitas udara yang dipantau mencakup PM2.5 dan PM10.

Kemarau Ekstrem dan Ancaman Karhutla

Buruknya kualitas udara Palembang tidak dapat dilepaskan dari situasi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sebelumnya menyoroti kondisi kemarau yang semakin kering. Ia menyebut sejumlah daerah di Sumsel bahkan telah mengalami periode tanpa hujan lebih dari dua bulan.

“Saat ini Sumsel tengah menghadapi kemarau kering, kering sekali kondisi saat ini. Bahkan, ada daerah di Sumsel yang tidak hujan selama 60 hari lebih,” kata Herman Deru saat meninjau Posko Siaga Darurat Penanggulangan Karhutla Alang-Alang Lebar (AAL), Palembang, Senin (7/9/2026).

Menurut Deru, kondisi lahan yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi persoalan ketika kemarau panjang berlangsung.

Ia bahkan meminta pemegang Hak Guna Usaha (HGU) bertanggung jawab terhadap lahan yang dikuasainya, khususnya jika lahan tersebut tidak dimanfaatkan dan berulang kali menjadi lokasi karhutla.

“Kalau itu HGU, lahannya tidak dimanfaatkan, kemudian terjadi karhutla berulang, beri sanksi. Segera bersurat ke BPN agar diberi warning,” ujar Deru.

Deru juga membuka kemungkinan pemberian sanksi lebih berat terhadap pemegang HGU apabila kebakaran berulang dan dampaknya mulai meresahkan masyarakat.

“Bahkan bisa saja HGU-nya dicabut sebagian jika (kejadian karhutla) sudah meresahkan dan mengganggu orang lain karena lahannya tak dimanfaatkan. Karena lahan itu pemberian pemerintah,” tegasnya.

Warga Diminta Waspada

Di tengah kondisi udara yang masuk kategori sangat tidak sehat tersebut, masyarakat Palembang perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Kondisi ini juga memperkuat urgensi pemantauan kualitas udara secara berkala, terutama ketika konsentrasi PM2.5 meningkat.

Herman Deru sebelumnya meminta laporan mengenai kejadian karhutla dilakukan dengan cepat agar api dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Saya juga meminta laporan kejadian karhutla ini bisa terus cepat dilakukan. Warga yang melihat kejadian bisa langsung melaporkan kepada RT, RT nanti menindaklanjutinya dengan menghubungi Babinsa atau pihak terkait lain. Ini saya yakin satu jam bisa selesai,” ujarnya.

Buruknya kualitas udara Palembang pada Minggu pagi menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla di Sumsel bukan hanya persoalan kebakaran lahan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kondisi udara yang dihirup masyarakat.

Catatan data: Angka IQAir dan BMKG di atas merupakan hasil pemantauan pada waktu yang berbeda dan menggunakan sistem pemantauan masing-masing.

IQAir pada pukul 06.00 WIB mencatat AQI 240 dan PM2.5 165 µg/m³, sedangkan BMKG Musi 2 pada pukul 05.00 WIB mencatat PM2.5 152,2 µg/m³.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts