Terlibat Duel Berdarah, Dua Pemuda di Lubai Saling Tikam, Ternyata Ini Pemicunya…

Asrul yang mengalami luka tusuk dirawat di RS Bunda Prabumulih.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Kalah jadi abu, menang jadi arang, pepatah inilah yang pas untuk menggambarkan kejadian di Kecamatan Lubai, Kabupaten Muaraenim.

Kesal karena tak dipinjamkan handphone, Asrul (26), warga Desa Kota Baru, Kecamatan Lubai, Muaraenim nekat menikam Ade Restu Kitanara (22), warga Desa Tanjung Raye, Kecamatan Rambang, Muaraenim, Jumat (1/12/2017).

Bacaan Lainnya

Duel berdarah yang  berujung saling tikam ini, mengakibatkan keduanya mengalami luka serius.

Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Rambang Lubai AKP Indra Kusuma saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Saat mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai perkelahian tersebut, anggota kita langsung menuju TKP,” ujar Indra Kusuma.

 

Ade Restu menjalani perawatan intensif di RS Pertamina.

 

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kata Indra, perkelahian tersebut terjadi di tempat keduanya bekerja yakni di depan stasiun pengumpul D di Desa Suka Merindu, Kecamatan Lubai.

Ketika itu, Asrul hendak meminjam HP milik Ade Restu, namun karena cara meminjamnya yang dianggap kasar Ade menolak untuk meminjamkannya.

Kontan hal tersebut membuat Asrul marah kemudian dia mencabut sebilah pisau dari pinggangnya dan ditusukkan ke arah Ade, tetapi dapat ditangkis sehingga Ade mengalami luka lecet di tapak kanan.

Melihat keributan tersebut, saksi yang berada di lokasi kejadian mencoba melerai.

Usai dilerai, kemudian Ade hendak pergi namun dengan sigap Asrul menusuk Ade dari belakang sehingga mengenai dada atas sebelah kiri.

Tak mau kalah, pisau masih menancap kemudian pisau didadanya kemudian dicabut oleh Ade, dengan menggunakan pisau tersebut Ade berbalik mengejar Asrul dan menusukkan pisau ke badan Asrul sebanyak tiga kali dan mengenai dada atas kiri dada atas kanan dan perut sebelah kiri serta pisau masih menancap di perut sebelah kiri.

“Setelah kejadian tersebut para saksi membawa Asrul ke RS Bunda Prabumulih, sedangkan Ade Restu dibawa ke RS Pertamina. Untuk sementara tersangka dari kejadian ini adalah Asrul,” ujarnya.

“Perkara ini telah ditangani oleh Polsek Rambang Lubai sesuai laporan nomor LP / B / 123 / XII/2017 / SUMSEL/RES.MA.ENIM/SEK. R. LUBAI tanggal 2 Desember dengan terlapor saudara Asrul. Sementara untuk barang bukti pisau yang digunakan tersangka telah diamankan,” tambah Indra Kusuma lagi. (azw)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.