Sekayu, Sumselupdate.com – Heriyadi, anggota DPRD Musi Banyuasin (Muba) dari Partai PKB membantah tuduhan pencurian daging kurban sebanyak 100 kg atau 100 kantong yang dialamatkan kepadanya, kendati terekam kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) saat proses pembagian daging kurban, Kamis (24/8).
“Saya tidak sama sekali mengambil hingga 100 kantong yang dituduhkan berdasarkan CCTV,” kata Heriyadi dalam keterangannya, Jumat (25/8/2018).
Dia menerangkan, tidak mungkin mengambil daging kurban sebanyak itu, diakui memang ada yang diambil namun tidak sebanyak yang dituduhkan. “Saya hanya mengambil 20 kantong dari Deka, salah satu ASN sebanyak 8 kantong, Dedi Bro 2 kantong dan 10 kantong jatah saya,” tuturnya.
“Akan tetapi, 10 kantong diberikan kepada security bernama Al dan saya menyampaikan untuk dibagikan kepada security lainnya. 4 kantong lagi diberikan kepada Tenaga Kerja Sukarela (TKS), sisanya 6 kantong itu saya bawa pulang untuk dibagikan,” jelas Heriyadi.
Jadi, tidak mungkin 100 kantong diambil dan bagaimana juga mau dibawa sebanyak itu. Disamping itu juga, bukan hanya ia tapi ada Tapriansyah, Rudi Hartono, dan Ismawati yang berada di lokasi pembagian daging.
“Saya minta secara terang benderang dibuka CCTV dari awal hingga akhir, sehingga bisa terlihat siapa saja yang mengambil. Jangan sampai saya dipojokkan, apalagi nama fraksi juga diikut-ikut kan, yang jelas saya akan menuntut balik karena saya tidak mencuri apalagi korupsi.” tegasnya.
Sementara Rustam S. Sos, Ketua Fraksi PKB ketika dikonfirmasi terkait hal ini mengaku sangat menyangkan dan keberatan dengan beredarnya berita tersebut.
“Karena kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib maka kami yang jelas menunggu proses hukum selanjutnya, karena tidak menuntut kemungkinan ada oknum-oknum lain yang mengambil daging kurban,” tutupnya.
Sebelumnya, Seketaris DPRD Muba Drs Thabrani Rizky mengatakan pada Idul Adha tahun ini pihaknya memotong 10 ekor sapi. Akan tetapi, meski daging kurban hanya dibagikan kepada masyarakat yang telah memegang kupon, namun ternyata tidak cukup,” ungkap Seketaris DPRD Muba, Drs Thabrani Rizky.
Dia menerangkan, biasanya di tahun-tahun sebelumnya, pembagian daging kurban ini cukup dan tidak pernah berkurang, bahkan berlebih. “Tapi saat ini kita heran, kenapa hitungan itu tidak sampai dengan jumlah kupon yang ada,” ucapnya.
Lanjutnya, pihaknya merasa ada kecurigaan, maka dari itu dibuka hasil rekaman CCTV di seluruh dalam lingkungan DPRD Muba.
“Hasilnya mengejutkan, memang ada daging kurban itu diduga dicuri oleh salah satu oknum anggota dewan dari Komisi IV. Dan ini kita laporkan ke pihak berwajib, karena meresahkan masyarakat. Sebab dampaknya masyarakat yang memegang kupon tidak kebagian,” tegasnya. (est)











