Terapkan Protokol Covid-19 Ketat, FKIP Universitas PGRI Palembang Lantik Sarjana Baru  

Minggu, 9 Agustus 2020
Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, MPd mengalungkan gordon dalam pelantikan sarjana baru dan yudisium ke-116 di Aula H Aidil Fitri Syah Gedung Business & Science Center, Rabu (5/8/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang menggelar pelantikan sarjana baru dan yudisium ke-116 periode kedua semester genap tahun akademik 2019/2020 di Aula H Aidil Fitri Syah Gedung Business & Science Center, Rabu (5/8/2020).

Pelaksanaan yudisium ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Semua peserta yudisium dan tamu undangan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker.

Read More

Sebelum memasuki ruangan yudisium para peserta juga diwajibkan untuk mencuci tangan hingga diukur suhu tubuh.

Wakil Dekan 1 FKIP Universitas PGRI Palembang, Patricia HM Lubis, PhD menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa yang meraih predikat Dengan Pujian.

 

Tak hanya itu, jarak antar-peserta yudisium juga diatur sesuai dengan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Aula yang dipakai dalam pelaksanaan Yudisium H Aidil Fitri berkapasitas seribu orang, namun dalam pelaksanaan yudisium ini hanya dimuat hanya 150 orang.

Meski dalam suasana yang berbeda seperti biasanya, namun hal ini tidak mengurangi khidmatnya pelaksanaan yudisium.

Pada kesempatan itu, Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, MPd menyudisium dan melantik sebanyak 99 sarjana baru dari sembilan  program studi (Prodi) yakni Pendidikan Bahasa Inggris.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi.

 

Prodi Sejarah, Matematika, Geografi,  Bimbingan dan Konseling, Prodi Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Prodi Jasmani, dan Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi mengucapkan selamat dan sukses untuk para sarjana baru yang telah dilantik.

Rektor mengajak seluruh alumni yang telah dilantik untuk memanfaatkan kesempatan emas yang diberikan oleh Universitas PGRI Palembang.

Di mana seluruh alumni yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Program Pascasarjana bebas 100% uang pendaftaran.

Kemudahan lainnya berupa diskon 25% uang SPP sampai selesai perkuliahan.

Wakil Ketua YPLP PT PGRI Provinsi Sumsel, Drs H Lukman Haris, MSi.

 

Untuk pendaftaran mahasiswa baru S1 di Universitas PGRI Palembang, menurut Rektor, gratis biaya pendaftaran seluruh fakultas tanpa terkecuali dan bebas uang pembangunan.

“Manfaatkan kesempatan emas yang diberikan Universitas PGRI ini, karena kesempatan emas ini tidak datang untuk kedua kali,” ungkap Rektor.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua YPLP PT PGRI Provinsi Sumsel, Drs H  Lukman Haris, MSi mengatakan, pihak yayasan sangat mengapresiasi para lulusan dan pihak rektorat yang terus melaksanakan perkuliahan meski melalui metode daring di tengah pandemi Covid-19.

Lukman mengucapkan selamat kepada para alumni yang baru dilantik dan tetap menjaga nama baik almamater di mana pun nanti bekerja.

“Sebagai alumni harus bisa menawarkan diri Anda dengan keunggulan dan prestasi dimiliki di tempat kerja. Selamat kepada para alumni, Diharapkan para alumni bisa menjaga nama baik almamater,” ujar Lukman.

Sementara itu, Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, MPd dalam sambutannya melaporkan dalam yudisium ke-116 ini terdapat 22 mahasiswa mendapat predikat Dengan Pujian.

Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, MPd.

 

Di mana Indeks Prestasi Kumulatif  (IPK) tertinggi 3,95 diraih oleh Dewi Sartika dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Lebih lanjut Dessy berpesan kepada sarjana baru yang telah dilantik agar dapat menumbuhkan rasa percaya diri dilengkapi dengan kepribadian yang baik yaitu dibekali dengan memiliki integritas, jujur, disiplin juga setia pada segala kondisi dan situasi yang dihadapi.

“Mampu hidup dalam multikultur dengan beragam budaya yang ada, juga memiliki jiwa melayani tetapi bukan pelayan dengan membiasakan menggunakan kata  maaf, tolong, dan terima kasih. Apabila tiga kata tersebut sudah menjadi bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi saya yakin kalian dapat diterima dengan baik di mana pun kalian berada,” tutur Dessy. (rel)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts