Phnom Penh, Sumselupdate.com – Kementerian Sumber Daya Air dan Meteorologi Kamboja mengeluarkan peringatan cuaca bagi masyarakat dan pelaku perjalanan laut untuk meningkatkan kewaspadaan pada 6–15 Agustus 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul dampak tidak langsung dari tiga siklon tropis aktif, yakni Chan-hom (T2615), Kujira (T2614), dan Dolphin (T2613).
Dalam keterangannya, Kamis (6/8), kementerian menyebutkan bahwa meski Kamboja tidak berada di jalur langsung ketiga siklon tersebut, kombinasi pengaruhnya berpotensi meningkatkan curah hujan dan memicu angin kencang di berbagai wilayah negara itu.
Cuaca ekstrem diperkirakan melanda provinsi-provinsi dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan wilayah pesisir menjadi kawasan yang paling terdampak.
Provinsi Koh Kong, Preah Sihanouk, Kampot, dan Kep, termasuk kawasan Pegunungan Bokor, diprediksi berpotensi mengalami badai petir, hujan lebat, dan angin kencang yang dapat memengaruhi hingga 70 persen wilayah.
Selain itu, kondisi perairan juga diperkirakan memburuk. Ketinggian gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,75 meter selama periode peringatan tersebut.
Pemerintah Kamboja mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras secara tiba-tiba, sambaran petir, serta angin kencang, terutama bagi warga yang melakukan perjalanan melalui jalur darat maupun laut.
Kementerian juga memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan pembaruan informasi secara berkala apabila terjadi perubahan kondisi.
(**)











