Baturaja, Sumselupdate.com – Kapolres OKU, AKBP Leo Andi Gunawan Sik mengingatakan, sekarang ini banyak penyakit masyarakat dan tindak kriminalitas yang nyata.
Mulai dari penyakit masyarakat, curanmor dan tindakan kriminal-kriminal lainnya. Namun hal itu, kata orang nomor satu di tubuh kepolisian OKU ini, mudah disikapi, jika masyarakat bersama-sama memandangnya sebagai musuh bersama.
“Yakinlah jika hal itu kita pandang sebagai musuh bersama yang nyata, OKU ini akan bukan menjadi tempat tindak kejahatan dan penyakit masyarakat serta tindakan kriminal,” kata Kapolres.
Tentunya, untuk menciptakan hal itu bukan hal mudah. Pihak kepolisian tidak bisa kerja sendiri, tentunya membutuhkan peran instansi terkait dan tokoh agama, tokoh masyarakat dan sebagainya.
Mengapa ia berpendapat demikian, kata Kapolres ramah senyum itu, mencontohkan, di Korea betapa majunya karena ada ras musuh bersama. Misalnya, Korea Selatan menggap Korea Utara musuh bersama begitu sebaliknya, sehingga menyebabkan persaingan yang cukup baik dan sama-sama tidak mau kalah.
“Buktinya diantara perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara, penjaga perbatasan dijaga oleh orang-orang yang berperawakan garang. Jadi diperbatasan itu penjaga perbatasan baik dari Korea Selatan dan Korea Utara saling memperlihatkan wajah garang tanpa senyum. Karena menggap musuh bersama, hasilnya sekarang ini daerah perbatasan itu menjadi objek wisata,” ceritanya sebagai contoh.
Maksud saya, kata Kapolres OKU yang belum genap satu bulan menjabat ini menjelaskan, jika masyarakat menganggap penyakit masyarakat sebagai musuh bersama, tentunya tidak akan ada lagi tindak kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat.
“Saya contohkan lagi, jika kita anggap perjudian dan narkoba sebagai musuh bersama pastinya tidak akan ada dari masyarakat yang akan terlibat perjudian dan narkoba, sebab sudah dianggap musuh. Ini yang akan saya terapkan, tentunya ini perlu dukungan dari semua pihak dan masyarakat,” ungkap AKBP Leo mengajak, untuk menjadikan OKU, nerakanya bagi para pelaku kejahatan dan penyakit masyarakat. Bukan menjadi surganya.(Yan)











