Tanaman Banyak Mati, Petani Kedelai di Desa Ulak Paceh Merugi

Senin, 22 Februari 2016
Lahan pertanian milik warga di Desa Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin yang mulai menguning akibat kekurangan pasokan air.

Sekayu, Sumselupdate.com -Petani kedelai di Desa Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin menjerit.

Pasalnya, tanaman yang mereka rawat tak mencapai target yang di harapkan hal tersebut dikarenakan beberapa faktor seperti dampak dari kemarau panjang tahun kemarin.

Bacaan Lainnya

Di samping itu juga petani yang belum terbiasa menanam kedelai. Tanaman yang mereka tanam tiga bulan lalu itu praktis tidak akan bisa menghasilkan. Tanaman kedelai di atas lahan lebih kurang satu hektar dilaporkan mati.

“Kedelai untuk di bawah naungan Kelompok Tani Maju Bersama tersebut tidak bisa untuk meningkatkan prodiktivitasnya karena rata-rata kekeringan dan berakibat tanaman kedelainya mati, dengan kata lain macet,’’ ungkap Muslim Ketua kelompok Tani Maju Bersama Desa Ulak Paceh, belum lama ini kepada SumselUpdate. Com.

Hal tersebut dibenarkan pemilik lahan, Husin. Menurutnya awal waktu kedelai sudah di tanam pada Bulan Desember lalu sangat bagus, tetapi setelah berkembang banyak yang mati, bahkan untuk satu batang pohon kedelai hanya berbuah dua polong.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Melalui Kasi Pengembangan Produksi TPH, Iriansayah, SIP dikonfirmasi, Senin (22/2) menjelaskan, terkait perihal tersebut dia mengakui harap maklum dan disebabkan beberapa faktor di antaranya adalah petani belum terbiasa bercocok tanam kedelai, yang kedua dampak dari kemarau panjang tahun lalu.

Ditambahkan Iriansyah bahwasannya tahun 2015 dengan masa tanam pada Desember melalui program Perluasan Areal Tanam, di berikan bantuan bibit kedelai sebanyak 19.850 yang tersebar di luas lahan 397 hektar lahan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Babat Toman, Sanga Desa, dan Lawang Wetan.

”Target kita dari hasil panen berkisar di angka 1,1 Ton, tapi dengan kondisi demikian, pasti turun drastis,’’ jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada informasi atau yang melaporkan tentang kondisi petani yang berhasil panen kedelai dari program pemerintah tersebut. (est)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.