Tak Mau Merepotkan Keluarga, Kakek Saidi di Pagaralam Rela Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot

Petugas Polsek Pagaralam Utara Aipda Iman Setiawan, SE mengunjungi kakek Saidi di gubuk kecil yang memprihatinkan di kampung Koramil Lama, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Saidi, seorang kakek yang saat ini berusia seratus tahun hidup sebatang kara di sebuah gubuk kecil yang memprihatinkan di kampung Koramil Lama, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Bacaan Lainnya

Meski mempunyai keluarga, namun kakek ini lebih memilih tinggal seorang diri dalam gubuk reyot di sekitar pemukiman warga yang berada di tengah sawah.

“Dia mempunyai keluarga, hidup sendiri sebatang kara. Keluarga mau tanggung hidupnya, tapi dia tidak mau merepotkan orang lain sehingga memilih hidup sendiri,” kata Pian, seorang cucu kakek Saidi saat dijumpai Sumselupdate.com di rumahnya, Jumat (16/7/2021).

Luas gubuk Saidi yang berukuran sekitar 3×2 meter hanya terdapat tempat tidur dan peralatan masak lainnya.

Saidi yang kesehariannya berjualan bibit ikan hias keliling, selalu menjajahkan dagangannya dari tempat dan bekerja serabutan untuk membiayai hidupnya seorang diri.

Ia pun juga tidak menikah hingga tua. Kini, Saidi hanya bisa berbaring seorang diri dalam gubuknya karena tubuhnya sudah melemah karena sakit-sakitan.

Petugas Polsek Pagaralam Utara Aipda Iman Setiawan, SE mengunjungi kakek Saidi di gubuk kecil yang memprihatinkan di kampung Koramil Lama, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan.

“Sekarang sudah beberapa hari ini kakek Saidi sedang sakit, mungkin disebabkan faktor umur yang sudah tidak mampu lagi untuk beraktivitas,” ujar Pian.

Kehidupan Saidi menjadi perhatian Aipda Iman Setiawan, SE anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pagaralam Utara jajaran Polres Pagaralam, yang langsung datang melihat keadaan kakek Saidi di Kampung Koramil Lama.

“Beliau ini masih ada saudaranya, ada keponakannya, bahkan cucunya tapi beliau tidak mau diajak rumah keluarganya, sehingga tinggal sendiri,” ucap Iman.

Setelah melihat keadaannya, membuat Aipda Iman ini terketuk hatinya untuk membantu kakek Saidi.

“Kami sudah koordinasi dengan keluarganya, melihat kondisi kakek Saidi yang akhir-akhir ini sering sakit-sakitan kami berencana akan membantu untuk membawa tim medis setidaknya dapat memeriksa kondisi kakek Saidi,” ungkapnya.

Di akhir perjumpaan bersama kakek Saidi, Aipda Iman Setiawan memberikan bantuan berupa sembako.

“Sembako ini kami berikan kepada kakek Saidi agar dapat meringankan,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.