Tak Mau Diajak Patungan Bayar Utang Shabu, Dua Pria di Palembang Nekat Larikan Motor Teman

SHABU-Purwanto dan David saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang, Rabu (14/10/2020).

Laporan: Haris Widofo

Palembang, Sumselupdate.com-Perbuatan nekat dilakukan Purwanto dan Apriyanto, warga Jalan Talang Putri, Plaju, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Terdesak karena mau membayar utang shabu kepada seorang preman sebesar Rp200 ribu, keduanya nekat mencuri motor milik korban David (32), warga Jalan Pramuka, Lorong Tiara, Kecamatan Sukarami.

Bacaan Lainnya

Kronologis kejadian terjadi pada, Kamis (3/9/2020). Bermula saat Purwanto dan Apriyanto, mendatangi korban David untuk mengajak patungan membayar utang shabu. Namun korban menolak lalu terjadi keributan

Kedua tersangka saat digiring petugas ke sel tahanan.

Merasa kalah jumlah dan kemudian terjadi pertengkaran, korban langsung kabur sembari meninggal motor Matic miliknya di lokasi kejadian di Jalan Luman Idris, Perumahan Primer Kedaton Kirana, Sukarami. Saat korban kabur, kedua pelaku mengambil motor tersebut lalu kemudian dijual.

“Saat itu korban dan Purwanto duduk di Jalan Idris karena ada utang terjadilah pertengkaran antar keduanya,” ujar Kapolsek Sukarami AKP Satria melalui Kanit Reskrim Iptu Hendri kepada Sumselupdate.com, Rabu (14/10/2020).

Kedua tersangka saat menjalani pemeriksaan.

Karena korban merasa kalah jumlah ia yang saat itu bermotor ke lokasi kejadian meninggalkan motor maticnya. Kedua pelaku memanfaatkan momentum tersebut dengan mengambil motor korban. Melihat korban tidak kembali lagi, Purwanto menggadaikan motor tersebut lalu menjualnya.

“Dia gadaikannya dulu Rp700 ribu, lalu menjualnya dengan total Rp3,6 juta,” jelasnya

Dari keterangannya, hasil uang yang mereka dapatkan sebesar Rp2,1 juta dibelikan shabu-shabu dan sisanya diberikan kepada istri Purwanto.

“Atas tindakkan tersebut pelaku terjerat pasal 363 ayat 1 dengan ancaman 5 tahun penjara,” tegas Kapolsek.

Sementara pelaku Purwanto membenarkan telah menjual motor korban.

“Aku takut kak karno kami be utang dengan shabu 8 mili senilai Rp200 ribu. Aku ajak be CK (patungan-red), dio cuma galak Rp25 ribu. Aku marah dio langsung lari ngambek kayu ngebok kawan aku,” kata Purwanto.

Setelah itu, terjadi keributan dan korban kabur tanpa membawa motornya.

“Kami sempat menunggu korban dulu. Namun, melihat korban tidak kembali kami menjual motor tersebut,” tandas dia. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.