Laporan: Haris Widofo
Palembang, Sumselupdate.com-Perbuatan nekat dilakukan Purwanto dan Apriyanto, warga Jalan Talang Putri, Plaju, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Terdesak karena mau membayar utang shabu kepada seorang preman sebesar Rp200 ribu, keduanya nekat mencuri motor milik korban David (32), warga Jalan Pramuka, Lorong Tiara, Kecamatan Sukarami.
Kronologis kejadian terjadi pada, Kamis (3/9/2020). Bermula saat Purwanto dan Apriyanto, mendatangi korban David untuk mengajak patungan membayar utang shabu. Namun korban menolak lalu terjadi keributan
Merasa kalah jumlah dan kemudian terjadi pertengkaran, korban langsung kabur sembari meninggal motor Matic miliknya di lokasi kejadian di Jalan Luman Idris, Perumahan Primer Kedaton Kirana, Sukarami. Saat korban kabur, kedua pelaku mengambil motor tersebut lalu kemudian dijual.
“Saat itu korban dan Purwanto duduk di Jalan Idris karena ada utang terjadilah pertengkaran antar keduanya,” ujar Kapolsek Sukarami AKP Satria melalui Kanit Reskrim Iptu Hendri kepada Sumselupdate.com, Rabu (14/10/2020).
Karena korban merasa kalah jumlah ia yang saat itu bermotor ke lokasi kejadian meninggalkan motor maticnya. Kedua pelaku memanfaatkan momentum tersebut dengan mengambil motor korban. Melihat korban tidak kembali lagi, Purwanto menggadaikan motor tersebut lalu menjualnya.
“Dia gadaikannya dulu Rp700 ribu, lalu menjualnya dengan total Rp3,6 juta,” jelasnya
Dari keterangannya, hasil uang yang mereka dapatkan sebesar Rp2,1 juta dibelikan shabu-shabu dan sisanya diberikan kepada istri Purwanto.
“Atas tindakkan tersebut pelaku terjerat pasal 363 ayat 1 dengan ancaman 5 tahun penjara,” tegas Kapolsek.
Sementara pelaku Purwanto membenarkan telah menjual motor korban.
“Aku takut kak karno kami be utang dengan shabu 8 mili senilai Rp200 ribu. Aku ajak be CK (patungan-red), dio cuma galak Rp25 ribu. Aku marah dio langsung lari ngambek kayu ngebok kawan aku,” kata Purwanto.
Setelah itu, terjadi keributan dan korban kabur tanpa membawa motornya.
“Kami sempat menunggu korban dulu. Namun, melihat korban tidak kembali kami menjual motor tersebut,” tandas dia. (**)











