Hal itu, seperti yang disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Muratara Erwin Syarif, mengatakan upaya dan langka awal yang akan diambil adanya kaitan dengan Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Muratara pemanfaatan lahan tidur.
“Artinya saat ini kita fokus untuk mewujudkan visi-misi bupati Muratara dengan menfaatkan lahan tidur di 7 Kecamatan yang ada,” tegasnya.
Dijelaskanya, terdapat banyak lahan tidur yang dapat dijadikan komoditi perkebunan yang unggul bagi masyarakat muratara selain karet dan sawit.
Sementara itu, Tukijo dari PSPPR-UGM menyatakan bumi berselang serundingan dapat menjadi maju dan makmur 5 tahun ke depan jika melihat kondisi wilayah muratara yang memiliki potensi yang baik bagi perkebunan.
“Muratara mempunyai potensi dalam membangun dibidang perkebunan yang lebih baik ke depan. Baik komoditi karet maupun komoditi lainya,” terangnya.
Menurutnya, bagaimana meningkatkan pendapatan perkebunan masyarakat dengan pengelolaan yang lebih baik ini tidak mungkin berjalan sendiri. “Dan ini perlu peran pemerinta daerah. Nah, di sinilah kita identifikasi tanaman yang ada karet dan sawit, yang mana karet telah ada sejak nenek moyang dan masyarakat telah mengetahui cara pengelolaan karet itu sendiri”, ungkapnya.
Di mana sekarang, masyarakat harus paham produk yang dihasilkan oleh masyarakat tidak sesuai dengan standar pasar. Sehingga disinilah perlunya koltur teknis yang bagsu yang menjadi peran pemerintah daerah melakukan pembinaan sehingga produk karet yang dihasilkan sesuai dengan standar pasar.











