Martapura, Sumselupdate.com – Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan aliran Sungai Komering di Kabupaten OKU Timur mulai meluap.
Tak pelak, warga yang tinggal di bantaran sungai baik di daerah hulu sungai Kabupaten OKU Selatan maupun di wilayah Martapura, was-was terhadap ancaman banjir besar di permukiman mereka.
Kekhawatiran warga cukup beralasan, sebab setiap tahun sejumlah wilayah di Kabupaten OKU Timur menjadi langganan banjir, seperti yang terjadi di Kampung Sawah, Kecamatan Martapura beberapa hari lalu.
Di Kabupaten OKU Timur sedikitnya terdapat 15 kecamatan mulai dari Cempaka hingga Belitang yang berpotensi untuk mengalami banjir akibat luapan Sungai Komering mulai dari pemukiman, persawahan hingga perkebunan.
Burhan, salah seorang warga Desa Cempaka, Kecamatan Cempaka mengatakan, kawasan tempat tinggalnya di di bantaran Sungai Komering selalu mengalami kebanjiran.
Menurut dia, pemicu banjir di wilayah Cempaka disebabkan oleh bendungan yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan air menyebar ke sejumlah pemukiman dan perkebunan warga.
Akibat genangan air yang cukup lama kata dia, ratusan pohon duku warga mati. Selain itu, perekonomian warga juga lumpuh karena sebagian besar pemukiman dan kebun warga terendam air.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur, H Rusman mengatakan, hingga saat ini OKU Timur masih aman walau sempat terjadi banjir pada Sabtu (19/11) lalu.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada warga untuk tetap waspada dan kepada aparat pemerintah mulai dari kades hingga camat agar segera melaporkan kepada pemerintah daerah jika terjadi bencana di suatu wilayah.
Dikatakannya, ada 15 kecamatan yang rawan bencana di OKU Timur. Namun hanya enam kecamatan yang benar-benar siaga karena memang berbatasan langsung dengan bantaran sungai yang berpotensi banjir, longsor maupun angin puting beliung. (yul)











