Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Sumatera Selatan (Sumsel) memprotes kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemotongan dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas sebesar Rp800 miliar di tahun 2015 lalu. Pasalnya, akibat penurunan ini, menyebabkan sejumlah program tertunda, berkurang dan bahkan batal.
“Memang harga minyak dunia mengalami penurunan yang mencapai 30 dolar Amerika Serikat per barel, sehingga kita ikut terkena imbas,” kata Gubernur Sumsel H Alex Noerdin saat menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban tahun 2015 di Gedung DPRD Sumsel, Senin (4/4).
Menurut Alex, penurunan harga hanya terjadi untuk minyak saja, sedangkan harga gas masih stabil. Sementara produksi minyak Sumsel hanya 20 persen jauh lebih sedikit dibanding produksi gas yang mencapai 80 persen. “Harusnya pemotongan tersebut maksimal Rp200 miliar bukan Rp800 miliar karena harga gas tetap normal,” katanya.
Ketua DPD Golkar Sumsel ini menegaskan, seharusnya Sumsel masih ada dana bagi hasil sebesar Rp600 miliar yang harus dikembalikan oleh pemerintah pusat. “Inilah yang sedang kita perjuangkan untuk diklaim. Pusat tidak transfaran bagi hasil ke daerah. Mudah-mudahan berhasil dan pemerintah pusat mau mengembalikan uang kita,” imbuhnya.
Alex Noerdin mengaku, dampak pemotongan dana tersebut banyak program pemerintah Sumsel yang mengalami penundaan, efisiensi dan pembatalan. “Padahal banyak proyek infrastruktur yang sedang dalam perjalanan, akibatnya ada yang ditunda, sedangkan yang belum berjalan dibatalkan,” tuturnya.
Selain itu, tambah Alex, selama tahun 2015 Provinsi Sumsel juga dilanda kebakaran lahan dan kabut asap yang menggangu provinsi dan negara tetangga. “Kita sempat dicaci, dimaki dan bahkan dituntut ganti rugi akibat kabut asap tersebut,” katanya.
Tetapi katanya di balik musibah tersebut ada hikmah yang menguntungkan karena Sumsel menjadi terkenal diregional karena menjadi penyumbang asap dan penyebaran polusi dunia. Selain itu, sumsel juga dapat bantuan 2 heli yang ditempatkan di Sumsel. “Tahun ini target kita Sumsel bebas asap,” katanya. (erk)











