Sumsel Kembangkan Konsep Pembangunan Ramah Lingkungan

Jumat, 24 Februari 2017
Suasana Kegiatan Focus group Discussion (FGD) Manajemen Terpadu Lahan Gambut di Aston

Palembang, Sumselupdate.com – Belajar dari kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 2015 lalu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) ke depan berkomitmen membangun daerah dengan konsep ramah lingkungan hijau.

Staf khusus Gubernur Sumsel bidang perubahan iklim, Najib Asmani, Jumat (24/2/2017) mengatakan, untuk menciptakan lingkungan hijau ramah lingkungan pasca Karhutla diperlukan restorasi lahan.

Read More

“Restorasi menurut pemahaman kita adalah menanam kembali, cukup menjaga hutan yang sudah ada untuk suksesi alam,” kata dia di sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Terpadu Lahan Gambut Melalui Pendekatan 3R (Restorasi Hidrologi, Revegetasi dan Revitalisasi Penghidupan Masyarakat) di hotel Aston Palembang.

Menurutnya, untuk melakukan restorasi lahan ada empat tahapan cerdas. Pertama, dalam memahami lahan gambut harus cerdas secara karakteristik. “Kita harus memahami betapa pentingnya alam itu,” kata dia.

Kedua, sambung Najib, harus cerdas secara akademik yang harus melakukan penelitian dan pengembangan manfaat. Ketiga, cerdas finansial, dan keempat, cerdas secara sosial.

“Inilah yang harus kita lakukan, memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelas Najib.

Najib mengatakan, restorasi lahan gambut merupakan salah satu langkah untuk mencegah karhutla agar tidak terulang lagi dan bisa menciptakan lingkungan yang sehat. Untuk itu, perlu kerjasama dan dukungan semua pihak, salah satunya melalui FGD yang dilakukan oleh Forum DAS dan pihak lainnya.

“Apalagi kita akan menghadapi Asian Games 2018, jadi keberhasilan kita mencegah Karhutla akan sangat berdampak untuk menyukseskan hajatan internasional ini. Jadi, mari kita bekerjasama dan saling mendukung,” ungkapnya.

Sementara, Prof Robiyanto H Susanto yang merupakan tim ahli TRGD Sumsel mengatakan, kegiatan FGD ini untuk mempertajam dan memperjelas apa yang didapat dari hasil kunjungan di lapangan ke taman suaka margasatwa Padang Sugihan.

“Jadi kesimpulannya dalam melakukan restorasi harus ada hidrologinya, revitalisasi penghidupn masyarakat dan revegetasi, serta melakukannya secara bersama dengan saling membantu,” tukasnya. (adi) 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts