Soal SFC, Muddai: Jangan Cuma Berkomentar di Medsos

Muddai Madang.

Palembang, Sumselupdate.com – Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Muddai Madang, sempat membuat pernyataan kontroversial yang memancing asumsi negatif dari pendukung Sriwijaya FC.

Pernyataan Muddai yang menyebut Laskar Wong Kito sebagai klub miliknya, mendapat respons kurang baik dari para fans. Pendukung garis keras Sriwijaya FC justru menganggap Laskar Jakabaring sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.

Bacaan Lainnya

Namun, sebagai pemilik saham mayoritas, Muddai Madang sebenarnya juga tidak bisa disalahkan. Dengan saham mencapai 88 persen, pernyataan Muddai bukanlah sebuah klaim.

Hanya saja, masyarakat, khususnya suporter sudah terlanjur digiring sebuah asumsi negatif yang seakan klub kebanggaan mereka, Sriwijaya FC kini sudah menjadi milik pribadi.

“Sebenarnya saya sudah berniat menjual saham milik saya. Kalau mau, saya lepaskan semua, asal ikuti mekanisme yang ada. Jangan hanya berkomentar di media sosial yang justru menggiring opini negatif,” ujar Muddai, Selasa (8/1/2019).

Sebelum memiliki saham mayoritas, Muddai sebenarnya tidak berniat mengakuisi tim secara penuh. Karena Sriwijaya FC kesulitan finansial ditengah kompetisi Liga 1 2018, memaksa Muddai harus berjuang lebih ekstra dalam pendanaan klub hingga kompetisi berakhir.

Sebagai pengusaha asal Sumatera Selatan, Muddai merasa memiliki tanggung jawab secara moral. Dia tidak ingin tim Sriwijaya FC terpuruk yang akhirnya tidak dapat mengakhiri kompetisi.

“Jadi peran saya waktu itu hanya ingin menyelamatkan Sriwijaya FC agar bisa menyelesaikan kompetisi. Jadi bukan saya mau ambil alih, cuma kondisi tim yang membuat saya harus turun tangan. Sekarang saya justru tawarkan jika ada yang mau beli saham saya,” jelas Muddai.

Sejak dikuasai Muddai Madang, keuangan Sriwijaya FC cukup stabil. Skuad Elang Andalas juga nyaris tidak pernah lagi diterpa isu negatif tentang tunggakan gaji pemain hingga pekan kompetisi.

Sayangnya, neraca keuangan yang mulai stabil tidak diiringi performa tim di atas lapangan. Angel Alfredo Vera yang terakhir kali menangani Sriwijaya FC gagal membawa tim selamat dari jurang degradasi. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.