Sekayu, Sumselupdate.com – Merasa telah dirugikan oleh pihak sekolah, ratusan pelajar kelas X di SMA Negeri 1 Lawang Wetan, Kabupaten Musi lBanyuasin (muba), Rabu (30/8/2017) melakukan aksi mogok belajar.
Sambil menenteng seragam olahraga dan baju batik yang didapatkan dari sekolah, ratusan pelajar berjalan ke ruang kepala sekolah mereka. Untuk mengembalikan seragam yang telah diterima dan meminta diganti dengan kualitas yang sesuai dengan uang yang dibayarkan.
Menurut sejumlah pelajar, kualitas empat paket seragam sekolah yang mereka terima tidak sesuai dengan harga yang mereka bayar. Seperti seragam olahraga dengan merk Adidas yang, kualitas dasarnya mudah lusuh dan kusut, padahal keluaran merk terkenal.
Mewakili para pelajar, Zulkarnain (45) wali siswa mengungkapkan, dana yang mereka bayarkan ke sekolah untuk membeli sergam sebesar Rp800 ribu rupiah per siswa. Sebenarnya persoalan ini sudah dua kali terjadi, tahun lalu hal yang sama dan kini terulang kembali.
“Bila melihat kualitasnya, jelas ini adalah sebuah bisnis yang menguntungkan buat mereka dan yang dirugikan orang tua siswa. Namun saat menerima seragam sekolah, kwalitasnya tidak sesuai dengan harapan,” ujarnya.
Karena itulah, ratusan pelajar mengembalikan lagi seragam sekolah yang diterima untuk diganti yang sesuai. “Bila pihak sekolah tidak bisa menggantinya, sebagaian besar wali siswa akan mendatangi sekolah karena jelas-jelas hal itu telah merugikan,” papar Zulkarnain.
Sementara itu, Sentosa, selaku Kepala SMA Negeri 1 Lawang Wetan saat ditemui mengatakan, keluhan pelajar telah ditindaklanjuti dengan meminta mereka mengembalikan empat paket seragam sekolah yang mereka terima.
Terkait komplain pelajar sebenarnya hal itu adalah keselahan dari pihak konveksi yang salah kirim. Namun saat ditanya kenapa bila salah kirim masih dipaksakan dibagikan ke siswa. Kepala Sekolah yang sebentar lagi memasuki masa pensiun itu tidak bisa menjelaskannya. (est)











