Baturaja, Sumselupdate.com – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Komering Ulu (OKU), sekitar pukul 11.00 WIB pada Selasa (29/8/2017), sedikit berbeda pada biasanya.
Ya, kantor rakyat itu didatangi belasan mahasiswa yang mengatasnamakan Koalisi Mahasiswa OKU (KMO).
Kedatangan mereka diketahui untuk menyampaikan empat tuntutan kepada unsur pimpinan anggota DPRD OKU.
Usai sedikit berorasi membacakan tuntutannya, mahasiswa mengajak dewan dan lainnya membubuhkan tanda tangan diatas spanduk yang dibawa. Setelahnya, bersalaman dan kemudian bubar balik kanan. Ya, terbilang singkat. Aksi dimulai sekitar pukul 11.15 WIB, berakhir sekitar pukul 11.20 WIB. Artinya hanya berlangsung selama lima menit saja.
Wonshen Herlambang selaku koordinator lapangan aksi solidaritas ini menilai jika kinerja penegak hukum di OKU tidak tegas hal tersebut dikatakan nya karena banyak kasus-kasus korupsi di OKU tidak terselesaikan.
Namun, saat ditanya mengenai kasus korupsi apa yang tidak diselesaikan oleh penegak hukum, Wonshen tidak bisa menjawab, “Kami ke sini meminta tindak lanjut aksi kami ini oleh anggota DPRD OKU,” kata Wonshen
Adapun tuntutan tersebut yakni menuntut pembebasan dari jajahan para pelaku KKN. Kemudian, menuntut Polda Sumsel untuk menuntaskan kasus korupsi di OKU, lalu Mendukung Polres dan Kodim memberantas paham radikalisme serta menuntut peninjauan kembali Perpu nomor 2.
Pantauan di lapangan, aksi solidaritas diterima oleh wakil ketua DPRD OKU Ferlan Yuliansah Id Murod yang juga ikut membubuhkan tanda tangan disepanduk yang dibawa oleh para mahasiswa. Ferlan juga mengatakan jika dirinya mengapresiasi aksi mahasiswa tersebut untuk memberikan masukan kepada DPRD, “Kita akan tindak lanjuti ini,” kata Ferlan. (Wid)











