Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya, Empat Saksi Dihadirkan, Ardani Banyak Tidak Tahu

Empat saksi berikan keterangan saat sidang lanjutan dugaan korupsi Masjid Sriwijaya.

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya kembali berlanjut, kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, menghadirkan empat saksi dihadapan majelis hakim yang diketuai hakim Abdul Aziz SH MH, di PN Tipikor Palembang, Kamis (30/9/2021)

Adapun nama saksi yang hadir langsung, mantan Plh Sekda Provinsi Sumsel Ahmad Najib, mantan Karo Kesra  Sumsel, Wabup Ogan Ilir Ardani dan  Agustinus Antoni.

Read More

Saat Wakil Bupati Ogan Ilir, H Ardani yang menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Masjid Sriwijaya, banyak mengatakan tidak tahu dan tidak mengerti ketika dicecar pertanyaan.

“Berdasarkan SK dari yayasan, saya hanya ditugaskan untuk mengkaji legalitas administrasi lahan di Jakabaring seluas 9 hektar dari Pemprov ke yayasan kala itu pak,” kata Ardani.

Ia juga mengungkapkan, saat itu dirinya juga sebagai anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang diketuai oleh Sekda Pemprov Sumsel. Adapun dasar permohonan penggagaran dana hibah Masjid Sriwijaya masuknya dari Laonma Tobing, kepala BPKAD selaku koordinator anggaran.

“Namun itu seingat saya, anggaran dana hibah itu tidak pernah dibahas atau dirapatkan oleh TAPD, tapi tetap dilakukan,” ungkapnya.

Ia pun melanjutkan, dalam hal yang berhak untuk meneliti atau memverifikasi permohonan dana hibah tersebut juga merupakan tanggung jawab Biro Kesra, yang kala itu ketuanya ditahun 2014 Richard Cahyadi dan tahun 2015 adalah Ahmad Nasuhi.

Selain itu, dihadapan majelis hakim, Ardani juga mengetahui bahwa adanya masalah di lahan yang bakal dijadikan Masjid Sriwijaya, namun dirinya mengaku tidak paham detil permasalahannya apa.

Atas jawaban itu, Hakim Ketua Abdul Aziz mempertanyakan tugas dan kewajiban Ardani, padahal sebagai Kabiro Hukum Administrasi dan Lahan kala itu.

“Apa tugas Anda jika semua tidak tahu, padahal Anda menjabat sebagai Kabiro Hukum Administrasi dan Lahan kala itu,” kata Abdul Aziz dengan nada sedikit meninggi. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.