Palembang, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) yang sudah usia lanjut Thamrin Kadir (80) dan Cik Nura (78), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Mutiara II, RT 37/07, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), tergolong sangat sadis.
Suryati (42), tetangga korban dan Hendri (40), anak pasutri malang tersebut menemukan kedua korban bersimbah darah di atas tempat tidur, Kamis (1/12) malam.
Dari hasil visum Rumah Sakit Bhayangkara, Tamrin mengalami luka tusuk di bagian leher sebelah kanan sebanyak tujuh lubang, sedangkan di bahu kanan empat lubang tikaman benda tajam.
Sementara korban Cik Nura meninggal dunia dengan lima luka tusukan dan luka gorok di bagian leher.
Suryati mengaku tak menyangka pasutri malang itu tewas dengan cara begitu sadis. “Padahal tadi siang saya lihat pak Thamrin masih sehat. Katanya beliau baru ambil uang pensiun,” ungkapnya.
Suryati sendiri mengaku, merasa curiga jika di rumah korban terjadi apa-apa. Pasalnya, hingga menjelang malam, lampu rumah korban belum dihidupkan dan kediaman korban masih tampak sepi.
“Sampai maghrib tadi lampu rumah korban belum hidup. Saya curiga, karena biasanya menjelang maghrib Pak Thamrin ini keluar untuk shalat di masjid,” ungkap Suryati yang kediamannya persis bersebelahan dengan rumah korban.
Bahkan, lanjut Suryati, saat itu dirinya sempat memanggil korban dari luar rumah. Hanya saja, saat itu tak ada jawaban dari korban.
“Rumahnya itu gelap, tapi pintu terbuka sedikit. Sempat ada niat mau masuk, tapi saya takut,” terangnya.
Atas kecurigaan itu, Suryati akhirnya memutuskan untuk memanggil Hendri, anak korban yang juga tinggal di kawasan tersebut. “Saya menyuruh anak saya memanggi Hendri (anak korban). Setelah itu saya shalat,” tuturnya.
Tak lama berselang setelah Hendri datang dan masuk ke dalam rumah, Suryati dikejutkan dengan jeritan histeris.
Belakangan diketahui, rupanya saat masuk ke dalam rumah, Hendri melihat kedua orang tuanya sudah tewas terbunuh. (tra)











