Shalat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan di Palembang Diperbolehkan, Tapi…

Shalat Idul Fitri diperbolehkan untuk wilayah zona hijau dan kuning.

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Kementerian Agama (Kemenag) Palembang, akhirnya melunak dan memperbolehkan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di masjid dan lapangan di seluruh Kota Palembang, akan tetapi untuk wilayah RT yang berzona Covid-19 kuning dan hijau.

Hal ini berdasarkan surat edaran bersama Pemkot  Palembang dan Kemenag Kota Palembang nomor 1/SEB/II/2021 dan nomor 1222/SE/KK.06.05.02/HM02/05/2021 tentang panduan penyelenggaraan shalat Idul Fitri di saat pandemi Covid-19.

Read More

Kepala Kemenag Kota Palembang Deni Apriansayah didampingi Juru Bicara Walikota Palembang Reza Fahlevi mengatakan, Shalat Idul Fitri di wilayah RT dan kelurahan yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan Orange) agar dilakukan di rumah masing-masing dengan keluarga inti.

Sementara untuk wilayah RT dan kelurahan dengan tingkat penyebaran Covid-19 tergolong rendah (zona Hijau dan kuning) dapat dilaksanakan di masjid/mushala dan lapangan dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Syaratnya pengurus/pengelola dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) membuat surat pernyataan, yang ditandatangani di atas materai yang diketahui oleh kepala KUA Kecamatan dan Ketua Satuan Gugus Tugas Kecamatan COVID-19. Jumlah jamaah 50 persen dari kapasitas masjid/mushala dan lapangan,” kata Deni Apriansyah usai memberikan pernyataan kepada media, Jumat (7/5/2021).

Saat ini berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang, hanya RT diwilayah Kertapati berzona kuning dan hijau.

“Tetapi update terbarunya, RT di kelurahan mana berzona kuning dan hijau akan ada pada Senin (10/5/2021),” katanya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fauziah mengatakan, pada pekan ini hanya wilayah kecamatan Kertapati yang berstatus zona kuning. Sementara lainnya berada di zona merah dan oranye, sehingga seusai aturan maka dilarang untuk menggelar Shalat Ied.

“Di kecamatan tersebut beberapa kelurahan yang berstatus zona hijau dan kuning sehingga sesuai aturan boleh melaksanakan. Tapi sesuai aturan tetap dibatasi dengan kapasitas 50 persen saja jumlah jemaahnya. Kalaupun ada pendatang tetap mengikuti aturan ini harus dibatasi,” katanya. (iya)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.