SFC Dekati Perusahaan Besar

Jumat, 22 Januari 2016
Nasrun Umar

Palembang, Sumselupdate.com – Skuad Laskar Wong Kito musim kompetisi 2016, bisa dikatakan tim berlabel pemain bintang. Hal ini, dapat dipergunakan bagi jajaran manajemen Sriwijaya FC dalam menjalin kerja sama dengan pihak sponsor.

Seperti diketahui, Provinsi Sumatera Selatan banyak terdapat perusahaan besar, di antaranya bergerak di bidang pertambangan, perkebunan, dan kehutanan, minyak, gas, Industri, Konstruksi, pertanian, dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

Namun hanya beberapa perusahaan yang mengucurkan dananya untuk klub kebanggaan masyarakat Sumsel, yakni PT Bukit Asam,  Bank Sumsel Babel, PDPDE, dan Perusahaan Gas Negara.

“Pusri dan Pertamina belum mensponsori kita, nanti kita akan usahakan dekati mereka,” ujar Manajer SFC, Nasrun Umar ketika ditemui usai acara penandatanganan MOU antara Sriwijaya FC dengan PT Tel di Hotel Arista Palembang, Kamis (21/1) malam.

Menurut dia, klub bermarkas di Jakabaring ini, baru mendapatkan kucuran dana sebesar Rp3 miliar dari PT Tanjung Enim Lestari  Pulp and Paper, dengan durasi ikatan kerja selama satu tahun ke depan.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Tel yang sudah berkenan memberikan dukungan terhadap SFC, semoga saja jalinan kerja sama ini dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ucap Nasrun panggilan akrabnya.

Ketika disinggung berapa target perusahaan yang dapat mendanai skuad asuhan Benny Dollo ini. Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Sumsel ini, mengatakan, jika tidak ada target yang akan dicapai. Artinya, pihak manajemen akan mencari sebanyak-banyaknya.

“Tidak ada target tinggi, pastinya kita akan mencari sebanyak-banyaknya sponsor untuk SFC,” pungkasnya. (Den)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.