Palembang, Sumselupdate.com –Permasalahan penyebaran narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini Indonesia sudah masuk taraf darurat narkoba.
Indikatornya, banyak kematian akibat korban narkoba. Saat ini pecandu narkoba di Indonesia hampir mencapai 5 juta jiwa lebih.
Sedangkan di Sumsel sekitar 98 ribu pencandu narkoba dan hampir 50 orang yang meninggal setiap hari.
Artinya, setiap satu jam ada dua orang yang meninggal dunia akibat narkoba dan bahayanya sudah di depan mata.
Peringatan narkoba sudah sangat mengkhawatirkan ini dikemukakan Kabid Pencegahan BNN Provinsi Sumsel, Kusmanetty, SE usai penandatanganan MOU antara DPW PKS dan BNN Sumsel di Kambang Iwak Park Palembang, Minggu, (1/5).
Berkaca dari persoalan penyebaran narkoba sudah dalam titik mengkhawatirkan ini, Kusmanetty mengajak bersama-sama menanggulangi dan memberantas narkoba.
Namun aksi memberantas narkoba tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus bersama-sama dan secara berkesinambungan.
Dikatakannya, pencegahan narkoba bisa dimulai dari rumah, guru bisa memberikan pengetahuan muridnya akan bahaya narkoba, dan melakukan pengawasan kepada muridnya.
“Remaja bisa melakukan kegiatan-kegiatan positip dalam rangka menjauhi penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Pada kesempatan itu, dia menyambut baik keterlibatan PKS dalam kegiatan pencegahan narkoba di masyarakat. Terutama mengharapkan peran keluarga dari kader-kader PKS untuk mengedukasi masyarakat dalam pencegahan narkoba.
Penandatanganan MOU antara DPW PKS dan BNN Sumsel sendiri merupakan rangkaian pncak acara milad PKS ke-18 yang digelar DPW PKS Sumsel.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPW Sumsel Erza Saladin serta kader dan simpatisan. PKS seluruh Sumsel. (ery)











