Setelah Tujuh Tahun Jadi Tulang Belulang, Sidik Purnomo Ditemukan di Dekat Sawah Warga Mariana

PENGGALIAN--Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kompol Zainuri, terjun langsung ke lokasi pembunuhan Sidik Purwanto di Jalan Sungai Kundur Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Jumat (4/9/2020).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Sidik Purwanto (60) yang tewas di Desa Mariana, Kabupaten Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada Maret 2013 atau tujuh tahun lalu, terus berlanjut.

Bacaan Lainnya

Diketahui, korban yang tinggal di Kabupaten Banyuasin dibunuh pasangan suami istri (pasutri) bernama Novriansyah dan Yuliana.

Sidik Purwanto adalah korban perampokan disertai pembunuhan. Dalam aksinya, pasutri Novriansyah dan Yuliana, dibantu tiga rekannya Hendra, Muslim, dan Am (DPO). Modusnya, kelima tersangka mengambil mobil pick up korban dengan modus mengantarkan barang pindahan.

Petugas kepolisian bersama warga mencari lokasi penguburan korban Sidik Purwanto.

Untuk diketahui, tersangka Yuliana melakukan aksi bunuh diri di Provinsi Riau, sementara Novriansyah dan Hendra menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatn (LP) Nusa Kambangan.

Sementara Muslimin baru ditangkap setelah tujuh tahun buron. Muslim ditangkap pada Kamis (3/8/2020) malam.

Proses pencarian tulang belulang korban Sidik Purwanto.

Pantauan Sumselupdate.com, Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kompol Zainuri, terjun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang terletak di Jalan Sungai Kundur, Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Lokasi dikuburnya jasad korban persisnya di belakang RSUP Dr Rivai Abdullah. Saat menuju TKP, petugas juga membawa tersangka Muslimin.

Lokasi kejadian di mana korban Sidik Purwanto dikubur, cukup sulit dilalui, dan jaraknya satu kilometer dari RSUP Abdullah.

Dari keterangan Muslimin, selama tujuh tahun buron dia tinggal di Banyuasin dan berpindah Kabupaten OKI. Selama hidup berpindah-pindah dia bekerja sebagai buruh bangunan.

Tulang belulang korban dimasukkan ke dalam mobil.

“Tugas aku waktu itu cuma nguburi bae. Aku dapat jatah Rp1 juta, setelah itu aku pergi, tapi masih di Banyuasin inilah selama tiga tahun, terus di SP Padang OKI, tiga tahun,” ungkapnya.

Menurut Muslimin saat dikubur, korban sudah tewas lalu korban dia masukkan ke dalam karung. Kemudian jasad korban yang di dalam karung dia seret ke pinggiran sepetak sawah, lalu dia kubur.

Tersangka Muslimin.

“Aku nguburnyo dewean (sendirian –red) bae, aku gali dewean terus korban aku masuk ke dalam karung dan dikubur sedalam satu meter,” ujarnya.

Saat dilakukan penggalian petugas yang dibantu warga sempat tak menemukan tulang belulang korban. Bahkan sekitar 2,5 jam penggalian tulang korban masih belum ditemukan.

Namun, setelah dilakukan penggalian lebih dalam, baru ditemukan karung berwarna putih, dan saat diangkat ternyata karung tersebut berisi tulang belulang dan baju korban.

Alhamdullilah ketemu Ya Allah,” kata anak-anak korban yang juga ikut serta mencari tulang-belulang ayahnya.

Dedi, anak pertama korban mengatakan, mereka sudah berusaha mencari dan juga menggali tanah di dekat ayah mereka dimakamkan namun tidak juga ketemu.

“Kami sempat ke orang pintar tapi tidak ada titik temu. Dengan ditangkapnya tersangka yang mengubur Ayah kami, Alhamdullilah tulang belulang Ayah ketemu,” ungkapnya dengan nada sedih.

Kanit IV Kompol Zainuri mengatakan tersangka ditangkap di SP Padang OKI. Selama tiga tahun tersangka Muslimin tinggal di sana.

“Hari ini kami dibantu warga berhasil menemukan tulang belulang korban dan saat ini langsung dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk diperiksa, ” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar